Penulis dan Karya di Indonesian Poetry Battle 3

12-18 Desember 2014

Kurator:

Acep Zamzam Noor (Penyair)

Melati Suryodarmo (Seniman Performance)

Puitri Hati Ningsih (Penyair)

Fia Meta Gabriela (Perupa)

Tiffany Robyn (Kritikus Teater)

 

Penulis dan Karya:

Noer Listanto Alfarizi
Mencuri sepi
Melacurkan mata ke dalam cermin
Puisi-puisi menitik pada wastafel yang terkunci sunyi
December 12 at 5:32pm

Noor H. Dee
Di tempat inilah kita pernah berkisah
tentang surga yang telah lama usang
terasing bersama debu-debu yang menempel di gedung-gedung kota.

Aku ingin kita terus di sini, ujarmu.
December 12 at 5:39pm

Reky Arfal
Dari luar toilet terhidu bau busuk. Pintu terkunci. Pintu digedor. Lalu tampak seorang tua, menatap kaca–meraba kering muka~
December 12 at 5:43pm

Sartika Sari
diam-diam, kita tumpahkan kenangan
di tempat paling rahasia dari keramaian
kau lucuti tubuhku dengan pertanyaan
aku taburkan cemburu di bibirmu yang kusam
kita beradu dendam dan kesetiaan
December 12 at 5:49pm

Navida Suryadilaga
Aku bercumbu di balik tembok-tembok keramik dingin
Desir khawatir
Yang mengalir di gelombang air
Berbisik desahan nafas yang tak beraturan
Dan juga angan yang berantakan
December 13 at 5:27pm

Riskha Pratiwi Canzui
Masihkah kau ingat kain yang dulu pernah kuabalutkan padamu,
Aroma tubuhmu yg masih melekat pada dinding kamar mandiku
Pasta gigi yang kau tuangkan dalam wastafel..
Kini hanya tinggal goresan sembilu pada mesin cuci itu anakku
December 12 at 6:07pm

Akhsane Taqweens
CERMIN 12

Kita tidak pernah meminta
siapa yang lebih dulu menatap mata
tidak ada yang dipersalahkan siapa yang mengetuk ritus gelisah.
Mimik muka purnama
lamat diam kita saling pandang
selalu menatap tanpa waktu yang direncanakan.
Kita terperangkap dalam tatapan, seakan teluh dendam.
Siapa kau
tak jua pergi dari
licau tatap bundar
korneaku?

(2014)
December 12 at 6:08pm

Yudha Purwanto
Mungkin ini terlalu indah merayap aku untuk terduduk. Cuma rokok dan khayal cukuplah …. Mampu alirkan penat, dekap, pekat, sekat, hikayat, dan tirakat. Dalam erang hajat setelah itu tunai kembali pada ramainya hasrat….
December 12 at 6:17pm
Ekohm Abiyasa

tubuhku terbungkus rindu asing

pada senyap mata kaca terkeping

jiwaku terbalut kalut

pada sepi yang paling

pyar!
December 12 at 6:23pm

Subaidi Pratama
diam-diam ia mencuci kening dan wajahnya. di sebuah ruang udara mengintip di balik jendela. ruang pemandian yang tak mampu kuterjemahkan. sebelum berwudu’ menemui Tuhan.
December 12 at 6:42pm

Poltergeist Suesser
LOBANG ITU…

Menganga tak berdaya
terima tak terbalas
terpercik kencing pesing pening
kau datang dan pergi
dalam lobang itu…
puas melepas, duduk berdiri
hei kau jangan lagi-lagi kesini
Jika sekelumit pun tak kau mengerti.
Kalau ku tiada entah karena tua atau
karena apa …
tinggalkan ludah untuk dicaci.

Adakah alasan bagimu untuk bebaskan…
Bebaskan aku dari ini…
ku pikir tidak, untuk melihat lebih dekatpun kau tak mau
hanya segelintir yang melakukan itu…
dan aku pun tahu itu

disudut Toilet, 30.11.2014
December 12 at 6:46pm

Biolen Fernando Sinaga
putihmu putih, namun ketahuilah, biru atau kuninga takkan menodai warnamu. dengan itulah kau bergelar sempurna.
December 12 at 6:50pm
Biolen Fernando Sinaga
kau mungkin buang hajat, dia buang daki baju,kalian akan saling terganggu, atau saling terbantu,sebab benci adalah rindu.
December 12 at 6:53pm

Aris Rahman Yusuf
RUANG INI

Di ruang ini luka-luka terbaca
Muka-muka terbelah di kaca
Kisah-kisah yang paling purna
Kembali tereja
Dosa pecah

Mojokerto, 13122014
December 12 at 6:54pm

Prabu Sukarno Putra Putra
AKHIR PERJALANAN

disini …..
akhir dari semuanya!!

jadi betapa naifnya kerakusan…
karena hanya kotoran yg terbuang!
atau…kau akan kembali mengambilnya?!
pbg13122014
December 12 at 7:17pm

Nimas Ayu Rheog
~TESTIM0NI KAMAR MANDI

Duh, Sang Puisi mati di kamar mandi.
Jasadnya tak ditemukan lg !
Astaga, mungkin ikut tersiram karna lahirnya si taii.
Jd, kami hrus brsuci?
Dngan apa?
Mesin cuci?
Ah, bukan! Dengan puisi
lg.
December 12 at 7:17pm

Poltergeist Suesser
Lobang Kunci

langkahku terhenti di dipintu itu
Krak…tertelanjangi ku simak
sejenak sepi, obrolan itu terhenti

Pyar ku pcahkan kaca itu
Ahh ku pandang
tubuh berulang, separo tak lengkap
jress…darah mengalir
Hai..setidaknya aku mewarnaimu
„Semua jadi lebih indahkan?“ tanyaku …
setidaknya kau tak lagi pasi…

langkah tinggalkan bekas
mengintip di lobang kunci
Ku longok…adakah kaca itu mengumpat padaku?
Ataukah kalian turut menghakimiku?

Ribuan tanya berlarian, adakah aku bisa mengembalikanmu?

DE,12.12.14
December 12 at 7:25pm

Khair Lazuardi
Biasanya di tembok-tembok itu tertulis kita
Tapi cermin merujuk sepi
Di dingin ruang, di putih sudut
Sebuah kenang terbuang
Bersama najis dan pusara air

(2014)
December 12 at 7:40pm

Nimas Ayu Rheog
MIMIKRI SABUN CUCI

glembung.glembung
menguap,
mengunci puisi demi puisi.
Dari peras otak dan daki intuisi.
Semua tumpah di mesin cuci reinkarnasi,
kamar mandi.
Ssstt… !
Ini kamar mandi !
Tmpat lair taii,
bukan puisi !
Pergi !!!
Karna puisi akan mati dsni !
Yang ada hnya SABUN CUCI.
# sekartaji
December 12 at 8:16pm

Satriawan Deni
Putih itu suci.
Suci itu bersih.
Bersih itu baik.
Kumasuki tempat bersih2mu.
Ku tahu kau putih.
December 12 at 8:42pm

Sri Neneng
Diriku kamar mandi. Penuh noda, usang hati. Ragu, lagu rinduku. Bimbang bergelayut. Resah menggelandang. Ini kabut dari jiwaku. Pergi seluruh pada pemilik ruh. #srineneng
December 12 at 8:56pm

Husen Ali
Dinamika politik kamar mandi

Pilkada langsung atau perwakilan kini menjadi dinamika politik.
Orang berubah pikiran karena ketertarikan
Keberpihakan menjadi permainan
Inkonsistensi menjadi basa basi
Orang-orang berkhayal di kamar mandi
December 12 at 9:09pm

Dedari Rsia
Air mengalirkan aib hidup/
Di ruang tanpa warna/
Berserak membentuk bayangan / sunyi
December 12 at 10:06pm

Prabu Sukarno Putra Putra
TIFFANY INGKAR JANJI

Tiffany jika kau politisi
silahkan kau menari dg gaya apapun yg kau suka!
tapi kalau kau kurator
masa tidak tahu aturan main?
aturan yang kalian bikin sendiri
bahwa maksimal 5 baris
loh biarpun kau anggap bagus
bila menyalahi aturan yg jangan kasih like donk! kecuali diluar kurator ya bebas2 saja like
masalahnya bikin 5 baris itu sulit
hargai donk yg sudah berusaha
jangan niat baik dari sartika dan kawan2 jadi tidak bermakna!!
Tiffany ini negri sudah terlalu banyak penyimpangan…haruskah puisipun seperti itu?! bagi saya puisi tidak dilike tidak saya urus karena memang puisi saya jelek jd bukan karena iri ah
December 12 at 10:25pm

Hari Nugroho Sugiharto
Tubuh ini penuh debu
Penuh sampah
Bersihkan saja semua
Dalam kamar mandi kecil mungil
Lengkap dgn peralatannya
December 12 at 10:41pm

Slamet Riyadi Sabrawi

KUN!

Di kamar man
di Di dan Si
Main kan I
kan
mu. Kun!
December 12 at 10:46pm

Afrilia Utami –
Manuskrip Kamar Mandi

air terus mengalir, tubuhnya basah.
bathinnya juga. pikiran-pikirannya kehilangan sendinya.
langit dibenam ke dalam bak, mengucurkan darah, bukan air.
mengucurkan penderitaan manusia, kehilangan yang dikasih,
jual-beli kehidupan dijadikan modal untuk melelang harapan.

( turut mengundang para kurator IPBOF minggu ini : Acep Zamzam Noor, Melati Suryodarmoo , Fia Meta Gabriela , Puitri Hati Ningsih, Tiffany Robyn, Sartika Dian Nuraini) 🙂
December 12 at 11:10pm

Herman Syahara

PUTIH

telah kularung
segenap warna
ke muara di toilet

hanya tersisa putih
: dosa terakhir itu!
December 12 at 11:30pm

Kie Guevara
Putih itu duka

Putih itu bersih,Belum tentu jika kao kotori dengan jingga, terkadang air mata/
Putih itu indah,Belum tentu jika berjuta juta kekasihmu masih harus berjuang dengan nestafa/
Putih itu mewah, teramat mewah untuk sebait puisi di pagi buta/
Putih itu kematian untuk jiwa yang tak punya rasa/
Putih itu virus penyebar jarak antara keindahan dan logika luka/

(141204 *gerimis pagi desember)
December 13 at 12:10am

Amiril Mueminin

//kenalkan, namaku puisi// aku lahir bersamanya/ saat ibuku mengejang hebat/ aku berumurpanjang dan bersamamu/ ia dilenyapkan atas nama adat/ saudariku, takdir memang kejam!
December 13 at 12:04am

Damar Anggara
PERSINGGAHAN

di dalammu
segala kekotoran lenyap
kecuali hati
dan ruh!

demak
2014
December 13 at 12:51am

Yustinus Popo
Membacamu, adalah kebusukan,
Melihatmu, adalah projek keserakahan.
Gedung itu utk melayani suara rakyat
Bukan utk berak.
December 13 at 12:55am

Lasinta Ari Nendra Wibawa
RINDUKU WASTAFEL

rinduku wastafel menunggu kucuran air kran, usai handuk-tisu memilih putus asa untuk dibasuhkan. serupa darah perawan yang tak kalis di rahim mesin cuci, berapa kali aku jatuh hati padamu, kinanthi. sementara cinta itu serupa perhatian makanan, tak musnah dengan nongkrong di atas toilet dudukan. telanjur ia meresap dalam aliran darah ini, sebagaimana cermin nihil menjauhi ritus refleksi
December 13 at 1:48am

Abu Nabil Wibisana

Sekilas Kisah tentang Bagaimana Puisi Dibilas

Kita lihat panorama hari itu: arsitektur kamar mandi tempat Malna membilas puisi. Di antara bau bensin dari siaran televisi dan aroma cemara karbol suci hama, tubuh bahasa terendam dalam genangan sabun serupa cucian kotor suatu pagi. Jika hari Selasa terbuat dari tepung terigu, malam Minggu barangkali terlahir dari tanya sumir: cermin di dinding, puisi siapa yang paling putih, puisi siapa yang paling bersih—puisi siapa yang paling sedih?

(Fataluli, 2014)
December 13 at 1:46am

Ida Iswari Icksanhadi

MATI RASA

Mestinya tak kau bawa ku ke sini
Bagaimana mungkin ku sanggup melepas hasrat
Semuanya terasa asing
dngin dan bisu
Membuatku mati rasa
December 13 at 12:16pm
Faradiena Yulizar
hanya membisu
menjamah segala rupa yang ada
December 13 at 2:33am

Gustu Sinduputra

dari.mana.aku.mulai!
membasuh.wajah
membuang.hajat
mencuci.diri
ahhh.telanjang.saja.hidupkan.shower
hingga.hanyut.debu.dunia.yang.melulur.tubuh
December 13 at 2:48am

Agustina Kusuma Dewi
CATASTROPHE VIRGIN

Berapa banyak sperma yang kau keluarkan ke setiap sudut kamar mandi, ketika tak ada Tuhan di antara kita?

Malaikat Maut berdansa dalam akselerando deru derak mesin cuci dan flushing toilet

Kita bersembunyi dari semesta, mereka-reka tanda baca sendiri

Menerjemahkan bagaimana cara menjadi bahagia tanpa harus terluka

AKDI | @inabicara | 13.12.14
December 13 at 2:53am

Lukas Jono

Roman
December 13 at 2:59am
Wisnu Wihadi
Ah, ini sih sudah menjadi standart keluarga muda/ mereka bahkan telah lupa/ tatkala berak di WC terpanjang didunia/ atau mencuci disungai pinggiran desa…….
December 13 at 3:27am
Didik Siswantono
Begitulah adanya manusia;
kotor lagi, mandi lagi, rapi lagi.

Keluar untuk berlibur dalam kepura-puraan.
Sepanjang hari.
Sebelum mati.

@didik_sis
December 13 at 3:53am

Naning Susiarti
Merasa ..tak tertahankan lagi
Hasrat ingin melepas..
Membuat lepas ..
Kotoran..
Mensucikan aroma ..
December 13 at 4:09am

 Eric Keroncong Protol

Tanpa Merasa
@eric_Keroncong

Tangan-tangan jail
Meraih, membuang, memakai, tanpa merasa dalam kasat mata
Aku di buang dengan seenaknya
Saat aku kering meronta, tanpa merasa bersalah, kau melupakanku, Air
December 13 at 4:22am

Kartina Suryani
Hitam Putihku

Dunia Aku datang berbalut hitam
Meliuk, mendesah
Kebencian, kepahitan
Ku basuh dengan tetes air
Aku keluar dengan kebahagian dan kesucian
December 13 at 4:23am

Dewi Mardiyana Sebayang
di sinilah muara persetubuhan kata-kata kita, membilas metafora yang terlanjur melekat, sebelum sempat membatu menjadi daki-daki berkarat, sisa percumbuan sajak semalam
December 13 at 4:40am
Ike

Putihmu melatari hitamku
Baju-baju tanggal
Topeng-topeng luntur
Disini… ditempat ini
13 Desember 2014

Sri S. Ningsih

Rerak Guratan Kedinginan

kau adalah putih-dinginnya sembilu
diam-diam mengaum, teriak-bebas membisu
kau telanjangi keterbisingan dunia semu
mengekor pada jengkal lorong tempias peristiwa
hingga seluruh masa, mati pada lengangnya udara
December 13 at 5:35am

Mar’atus Sholikhah

Kamar Mandi

(I)
bilik ekspresi
renung menguar diri
imajinasi

(II)
basuh tubuh segala kumuh
diri mengemban suci

It,
Surabaya, 13 Desember 2014
December 13 at 6:32am

Iwan S Adiwira

PENYAIR TOILET

Aku paling senang di WC
Bisa duduk melamun
Atau sembari bikin sajak
Wastafel
December 13 at 6:45am

Wardjito Soeharso
THE TOILET SYNDROME

Kalau hanya di luar
Tutup hidung, bau!
Kalau sudah di dalam
Berlama-lama, menikmati!
Begitu pun ceritanya, tentang korupsi!
December 13 at 7:28am
En Hidayat
DI RUANG SESEMPIT INI; DAN SEBATANG ROKOK

kaupun bebas melukiskan seluruh isi dunia
dari cinta sampai lara
dari rayu sampai sumpah serapah
seperti perut yang bebas kau isi apa saja

dalam waktu yang sempit
jangan lupa kau siram !
December 13 at 7:56am

Nosa Normanda
Di Kota Ini Kita Tidak Pernah Mandi Sendiri

Lampu PLN, Air Keran
Wastafel, Toilet, Bak mandi
American Standard, Toto

Ada sidik jari tukang bangunan di dinding marmer

Di kota ini, bahkan kita tidak bisa mandi sendiri
Kenapa masih merasa sepi?
December 13 at 8:04am

Atikah Zata Amani
kamu mandi
nona mandi
si buyung mandi
tetapi
kamar “tidak” mandi
December 13 at 8:06am

Aswatun Hassannah

Peraduan Pagi

Kau selalu diburu insani
December 13 at 8:09am
Aswatun Hassannah Peraduan Pagi

Kau selalu diburu insani
Membuang sampah metabolisme malam
Di pagi hari,
Selalu bercumbu dengan putihnya dinding
Berkaca pada cermin yang selalu menyapa pada raga
Sudahkah kau mensucikan jiwa dari usangnya dunia

Purwokerto , 13 Desember 2014

Anton Sulistyo
DI KAMAR MANDI
Di kamar mandi selalu kulihat seorang lelaki
yang ingin memasuki dunia sunyi di
dalam cermin
Di mana ada masa lalu dan masa depan
yang dapat dilipat menjadi surga saat ini
Di kloset yang tertutup kadang masih tercium bau
sampah kenangan. Tak hilang-hilang juga
Tak habis-habis juga.-
December 13 at 8:22am

An Fauhum LinNas
Tatkala shower menyanyi
Sabun seakan menari-nari
Menyetubuhi raga ini
Hingga kembali suci

Purwokerto,13 Desember 2014

Bonk Ava
Bahkan waktu tak mampu
Menghitung puisi
Kulahirkan dalam kloset

13/12/2014
December 13 at 9:12am
Nur Gusti Azizah

Kata ibu jangan berlama-lama disana
Disana tempat dimana tidak boleh kau rapalkan doa
Apalagi menyebut asma
Aku mulai meraba
Di sudut kamar mandi sebelah mana, dimensi gaib itu ada
Bersekutu, berseteru, lalu mengajak ku untuk ikut bersatu
Aku tak mau, Karena nasehat Ibu adalah segalanya bagiku

Utikrad
13-12-14
December 13 at 11:28am
Dian Rachmaniadua
TERKEPUNG

Tubuhku derit toilet, nafasku kumparan mesin.
Aku – kau satu masa, ditunggangi kangen.
Senyummu hening, kugantung di tiang kapstok.
Aduh…wastafel mati!

Kecipak air mengerang ngeri.
Menyanyikan solilokui pasta gigi.

Menghabiskan tiga jam di sini
Wajahmu melayang – layang kian kemari.

(DR. Bandung, 13/12/20014).
December 13 at 9:47am
Hanafi Muhammad
MELIPAT PISPOT
Waktu melengkung malas
Menulis tanggal di kulit pipa
Mendengar usia mencakar langit kamar
Ibuku pipa yang membuat puisi
Selalu tentang sederhananya kefanaan
Ayah…bukan yang lain
Selalu bagian melipat pispot.
December 13 at 10:47am
Andy Sri Wahyudi
sebuah potret yang bajingan!
December 13 at 10:55am
Petrus Cannisius

Sssttt…! | Apa kau pernah malu? | Kau tanggalkan semua pakaian kepalsuanmu hanya di sini | Apa kau pernah mengabaikan? | Kau tinggalkan semua kepentinganmu hanya di sini | Seterhormat dan sepenting siapapun kau.. | Solo, 13/12/14
December 13 at 10:58am
Abmi Handayani
kecuali bunga
yang asyik berkaca itu
segalanya mati
ti.
December 13 at 11:35am
Rizki Andriani
Duniamu
Wahai pembersih muka
Sendiri bukan berarti kau tak berarti
Walau kau tak bersama yang lain
Sampo, pasta dan sikat gigi
Bukan masalah berarti

Semua hal di muka bumi
Pastilah punya arti tersendiri
Tak peduli dimana dirimu
Bersama siapakah dirimu

Satu hal yang ku pesan
Buatlah berarti keberadaanmu di dunia ini
Wahai
yang sendiri
December 13 at 11:51am
Gesti Veronika
ialah desember asing
Ketika bisik memantul pada dinding pasi dan lantai segi
Kenangan tercecer satu per satu
dalam senyap membasuh rindu yang pekat
December 13 at 11:59am
Tri Jengky

KATARSIS

Segala noda
Segala dosa
Terpendam dalam lubang
Mengalir lalu bersemayam
Walau busuk tertinggal lalu pergi lagi

Segala noda
Segala dosa
Terhapus sementara
Raga pikir dan pembungkus tubuh ini kembali bersih
December 13 at 12:08pm
Citra Sasmita

Kau.
Kau.tidakmenulispuisitapikauberak!
December 13 at 12:09pm
Ratu’Archy Laraz
Sanitasi biru

Bebek, angsa, sistem pembuangan
Lega di atasnya
Dicari setengah mati
December 13 at 1:08pm
Faiz Adittian
Izinkan aku

Izinkanlah aku
Sekali ini saja
Untuk mandi
Agar aku pantas disebut manusia

Gubug Kecil, Desember 2014
December 13 at 2:29pm
Saraph Versi Nurinoer
Dinding lantai tanpa suara tau segalanya
Ia tau dunia burukmu, ia tau dunia lain dari sosokmu
Disini kamu akan nyaman, takperlu sungkan, bisiknya
Silahkan masuk, ajaknya
December 13 at 7:49pm
Ahmad Farid Tuasikal 
KAMAR MANDI MEDITASI

akan aku goreskan suara sunyi, dibalalik pintu kamar mandi, ada keraguan kata, hingga bertuliskan dengan sepatahpatah, kata.
December 14 at 2:12am
Galeh Pramudita Arianto
SURGA MANDI
semalaman suci mencari inspirasi, ingin bertemu bidadari
hari itu
suci putuskan ke kamar mandi
ternyata ia menemukan surga mini
yang terkubur di dasar lantai kamar mandi.

(Des, 2014)
@galehpramdianto
December 14 at 2:29am
Farra Yanuar

Tuhan di Kamar Mandi

Di kamar mandi, aku menjadi sebenarnya diri. Tak ada rupa yang sembunyi,gawai pun rela bunuh diri.

Tuhan terus bergerak di urat nadi
December 14 at 2:43am
Syifa Khumairah

mukaku di kloset kamar mandi

titik hitam muncul di pipi yang merah
bau menyengat keluar dari pori-pori kulit lembut

menjadi keruh dan kotor ; mukaku tercermin di kloset kamar mandi

gubug kecil, 141214
December 14 at 3:28am
Epiest Gee

Kamar mandi dan segala isinya.
Membawaku pada tempat kenangan bersarang.
December 14 at 3:33am
Ratna Ayu Budhiarti

AKU SUDAH TELANJANG, TAPI INI TUBUH SIAPA?

Ini wajah siapa? Berkali mematut di cermin masih saja asing.
Ini berak apa? segala penat segala mimpi pekat kubilas berulang.
Kusikat segala noda, kubasuh senyum di wajah yang sama.
Ini tubuh siapa?

#RAB, 14122014
December 14 at 6:24am
Sumaiyah Rafi
Aloneness
By: Sumaiyah Rafi
Everytime the demons hit hard,
The world stop being good,
Waiting for the rendezvous to let go,
Until thee, white tiles showed up,
And flood of tears finally flow.
December 14 at 5:31am
Prabu Sukarno Putra Putra

KOBAR!!(buat para kuraPtor)

PARA PENYAIR PUNYA GAWE
TAK PEDULI TANPA ISI…
AKU SENANG KAU BERKUMPUL DISINI…..AKAN AKU SIRAM AGAR HILANG BERSAMA TAHIKUUU..!
December 14 at 7:10am
Pramukti Adhi Bhakti
Arogansi kata
Seakan ia milikmu semata
Biarkanlah menjadi dirinya
Mengalir menuju luasnya samudra
Dan menemukan dunianya
December 14 at 8:20am
Nailur RizQi
mata cekung penuh lesu…
tampak begitu di cerminmu
beriring aroma pesing seakan tau lagu sendu untuk wajah itu.. wajah yang lelah dengan segala kepalsuan para atasan..
brukk… persetan bau persetan jorok…
seperti biasa tersungkur duduk meratap di pojok
terasingkan.
December 14 at 9:08am
M Alif Marufy

Flush

Kat! Terima kasih posenya ya!
Ya, .. Sip,.. Ok,, *angguk* (idem),..
Tentoe, bersihnja kami demi Sang Poetri
Lalu, selanjutnya apa tugas mereka min?
Seharusnya berbagi siram sih, kalau tidak…… Sang Poetri Karam
December 14 at 9:51am
Faiz Adittian

setelah hujan di kamar itu
membasahi tubuhku hingga kuyup
akupun menjelma sebagai manusia
yang keluar dari balik kaca
December 14 at 12:55pm
Estria Solihatun Nurjannah

Hadirkan Adam ku dari dalam kloset saja, tuhan ! . Agar mudah kurengkuh tanpa rikuh. Agar cinta bersua tanpa baku, Agar tanpa ursula diluar tau
December 15 at 1:01am
En Hidayat
RAHASIA

betapa banyak puisi kulahirkan
dari ruangan ini !
December 15 at 12:48am
Linggar Rimbawati Puwrowardhoyo

Ingatan Pada Sebuah Kamar

pada dinding itu kusembunyikan sebuah ingatan
:wajahmu, deru nafasku, dan ciumam diam-diam

ada yang tak boleh terjadi dua kali
:sebuah pertemuan rahasia
di toilet
hasrat di atas kloset

2014
December 15 at 2:03am
Yaz Galih

Berhenti saja.
Cinta tak sebatas toilet, sayang..
Kembalilah pada istrimu,
Seperti juga aku kembali pada istriku.

*eeh
December 15 at 2:29am
Waffa Ruhul Bakkah

CERMIN

Tamu itu terus berlalu
Ucapanku; lantai mengkilap, rumah yang
Tak berdebu, tak menarik hatinya
Tatapnya tajam pada ruang yang selalu terasing
Disana; hitam putihku

15/12/2014. Desta
December 15 at 5:10am
Waffa Ruhul Bakkah

BATH ROOM IS BED ROOM

Kau yang dulu muntah mencium bau darinya, dan
Berkoar memberantas
Nyaman merebah
Diatas empuk lembar ratusan,
Melupakan
December 15 at 7:29am
En Hidayat
PAGI, DI TOILET

jangan memanggilku
didalam sedang bercengkerama socrates, plato, rodin, lenin, dalai lama, goethe, hegel, hewkings, …

hai osama, jaga pintu !!!
December 15 at 8:49am
Dhini Aprilio
Haiku

Gelombang putih
Kami menjadi saksi
Jejak langkahmu
..
December 15 at 8:56am
Bonk Ava
Aku menunggu Dion di antara keramik, tisu, mesin cuci, wastafel, kaca, tempat sampah. Lalu dia mengambang di kloset, kulenyapkan wajahnya dari benakku.

16/12/2014
December 15 at 9:33pm
Iwan S Adiwira

Aku berceritera tentang segala
Menerka siapakah yang datang padamu

Saat telanjang sepi, kau kembali bergemuruh
Lalu mericik kelam rindu, kembara di dalam pipa

Dendamlah! dendamlah! pada sampah yang menyumbat

Bekasi
December 16 at 2:11am
Triyogo Moelyo Adhi
putih adalah kesederhanaan , kesederhanaan yang bermakna bersih. demikian juga kamu , memberi semangat pagiku berakngkat menyambut kehidupan …. SEG … terima kasih putihku
December 16 at 8:14am
Mintarjo Narswatmojo
cermin menangkap bayangan pagi yang terluka
wajahnya muram meringkuk di balik senja
malu ia pada semesta
malu ia pada dirinya
guratan di wajahnya membesar saja
December 16 at 8:39am
Eddie Hara
…haiku

haimu

hi there

goodmorning,

my clean toilet!

December 16 at 10:04am
Kurnia Hidayati

Kendati kami tersisih dari yang lain, di sudut rumah ini. Kesunyian terperam dalam-dalam. Tapi, ada kalanya kami riuh merengkuh tubuh, menadah segala ingin yang tak kuasa dibahasakan kata-kata.
December 16 at 2:12pm
Didik Siswantono Aku akan menjadi sabun di kamar mandi,
ketika semua orang suka bau wangi.
December 16 at 3:02pm
Yanwi Mudrikah Katasfora cinta

Telanjang diri
Telanjang hati
Metafora cinta
December 16 at 3:29pm
Yanwi Mudrikah Di kamar mandi

Basah kuyup dalam polah
Dini hari
Di kamar mandi

Darmakradenan, Desember 2014
December 16 at 3:38pm
Dewandaru Ibrahim
Bilik Merenung

Pertapa bertapa dengan khidmat
sementara akalnya ia biarkan liar Berzinaan dengan perasaannya berulang kali
Hingga beranak sajak
Di bilik kotak

purwokerto, 17 desember 2014
December 17 at 4:26am
Atikah Zata Amani
Bukan kah kita sudah bertelanjang bulat disana.
Lalu gengsi apa lagi yang kau sembunyikan.
December 17 at 4:52am
Dewandaru Ibrahim Kontras

Aku berkaca dengan mata yang berkaca-kaca
Dan aku melihat dengan jelas diriku
Ketika semuanya terlihat putih

Purwokerto, 17 desember 2014
December 17 at 1:49pm

Tri Jengky
Tubuh ini sudah lusuh
Kubasuh dan kembali kudus
Hanya kakus aroma kapur barus
Ku sadar kalau diri ini
RAKUS

Advertisements
Penulis dan Karya di Indonesian Poetry Battle 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s