Indonesian Poetry Battle on Facebook #5 Winners!

photo courtesy of Youtube.com  Copyrights goes to Charles Bowers
photo courtesy of Youtube.com
Copyrights goes to Charles Bowers

Merry Christmas!

In the year end battle, Ilic comes by carrying a Christmas gift to you all. The poets are directed to respond to a film by Charley Bowers entitled “Now You Tell One”. A silent film that tells a story of a man named Bricolo who has a violin box containing branches and when they are grafted, they will surely grow all of his desires. This film is chosen because Bowers film “combined live action” with the highly sophisticated “Bowers Process” of stop-motion animation—and that there were no limits on Charley’s imagination, which was as fertile and unchecked as the monstrously grafted plants he nurtures in Now You Tell One (1926)”
The film has been reviewed by Andre Breton in 1937. As of Bright Light Film Journal article have reported:

“In the 1950 Surrealist Almanac, André Breton listed for each year the films that had made the greatest impression on him. For 1937, he cited It’s a Bird, by the American comedian and animator Charley Bowers.1 Breton, who in the 1923 Surrealist Manifesto wrote of his hope that the imagination might be on the point of reasserting itself, “in the absence of any control exercised by reason,” and who declared that “only the marvelous is beautiful,” probably felt like a piker beside Bowers. It’s a Bird, the only sound film in which Bowers appeared, follows pure dream logic; as Breton wrote: “the mind of the man that dreams is fully satisfied by what happens to him. The agonizing question of possibility is no longer pertinent.” (as cited in Smith, Imogen Sara “Forgotten Charleys 1: Charles Bowers: Silent Comedy Wizard”, 2010, para 2) http://brightlightsfilm.com/forgotten-charleys-i-charley-bowers-silent-comedys-wizard-of-the-bizarre/#.VKN0Zr_ucoY)

Curators:

Aslan Abidin (Poet)
Dewi Candraningrum (Redactor of Jurnal Perempuan & Painter)
Berto Tukan (Literature Critic)
Kelvin Atmadibrata (Performance Artist)
Rio Johan (Short Story Writer)
Gustu Sinduputra (Poet & Champion of IPBOF Season-1)

Choosing:

Tri Jengky
Aku bukanlah pemersatu
Juga bukan hantu
Kau tahu kataku kaku
Yang ku mau cuma satu
Kau tahu
Tri Jengky
I am not a unifier
Also not a ghost
You know, I said rigidly
what I want is only one
Do you know

Kie Guevara
Gerakan dalam semu.
memintas mencari makna.
tak jelas kucoba meramu,
bukankah ini prilaku memaknai jemu
Kie Guevara
Moving in apparent.
bypassing the search for meaning.
I tried to mix it in obscure
Is this not to interpret
the behavior of boredom?

Fajar Setio Utomo
Ruang tengah
ada anak bertanya
akan ketenangan.
Keluarganya diam,
sambil pelan mengajarkan
bisu yang membahagiakan.
Fajar Setio Utomo
in the living room
there is a child who asks
about serenity
his family was silent
and slowly teach him to mute
for the sake of happiness

Melati Suryodarmo
Kaki empat satu ekor kali puluhan, lalu ratusan loncatan
Mencari satu mangsanya
Republik kucing !
Melati Suryodarmo
Four feet, dozens times of tail,
and then hundreds of capriole
hunting a single prey
Cat Republic!

Sartika Dian Nuraini
Aku berjalan
Dengan sepatu tak bertali
Bricolo, tolonglah aku
Menghapus kembali
Film itu
Dari mataku
Sartika Dian Nuraini
i walked
with a loafers
Mr. Bricolo, please help me
remove
the film
from my eyes

Sartika Dian Nuraini
Mari berkemas!
Gajah-gajah telah masuk
Di mulutku.
Di mulut kota.
Di celana dalamku:
Kata-kata
Sartika Dian Nuraini
let’s pack up!
the elephants have infiltrated
in my mouth.
in the mouth of the city.
in my underwear:
the words

Linggar Rimbawati Puwrowardhoyo
Hitam Putih.
Dan bisu.
Dan kosong.
Aku bosan.
Mati rasa!
Tak suka.
Linggar Rimbawati Puwrowardhoyo
Black And White.
And mute.
And empty.
I am bored.
Numb!
Don’t like it.

Ade Riyan Purnama
Layar Perak.
Potongan kumis petak
Bergerak di layar hitam putih
Menjadi suara bisu yang terdengar
Ade Riyan Purnama
Silver Screen.
Piece of
rectangular moustache
moving in black and white screen
becoming a silent voice
that is sounded

An Fauhum LinNas aka. Mukhamad Hamid Samiaji
Sunyi membekam
menguasai ruang
diamkan kau aku:
hitam putih
26/12/2014
Mukhamad Hamid Samiaji
silent cupping
masters the space
that shut you and i:
black and white

Kurnia Hidayati
selain rambutmu
ada yang lebih hitam;
bulu kucing dan
kenangan yang terkurung dalam ruang.
Kurnia Hidayati
despite of your hair there is something darker;
the fur of a cat and
the memories
locked
in by a
space

Risti Danasmoro
Silent crowd humming on my ears,
Hushh!
Go you dirty fly!
(puisi orisinal ditulis dalam bahasa Inggris oleh Risti Danasmoro)

Kurnia Hidayati
Jendela
entah di jendela mana akan kutemukan warna lain
dan mendengar meong panjang dari seekor kucing
2014
Kurnia Hidayati
window
somewhere in the window
where
i can find another color
and
heard a yowl of a cat

Anton Sulistyo
FILM BISU
Dalam tidur hidup seperti film bisu
Waktu dicangkok & tumbuh
Menjadi pohon kenangan
Akarnya menjulur ke surga
Anton Sulistyo
Silent movie
In a sleep, life is like a silent movie
the time is grafted
and grown up
being a tree of memories

its roots protrude
to heaven

Dewandaru Ibrahim
Bicara tanpa suara
Aku bicara tanpa suara
Hening
Namun cinta bisa mendengarnya
Seperti saat kamu menatapku
Dewandaru Ibrahim
Talking without speaking

I’m talking without speaking
serene
but love can hear
like when you look at me

Dewandaru Ibrahim
Bicara
bibirku bungkam
Namun tanganku bicara
Kakiku bicara
Mataku bicara
Telingaku bicara
Seperti sebuah puisi
Dewandaru Ibrahim
Speak
my lips are shut
but my hands speak
my legs speak
my eyes speak
my ears speak
like a poem

Abu Nabil Wibisana
Trik dan Intrik: Gajah dalam Gerabah Humor Charles Bowers

Humormu, gajah terperangkap dalam gerabah. Kau menulis humor untuk memecahkan gerabah—kadang gajahnya ikut mati.

(Bello, 2014)

Abu Nabil Wibisana
Tricks & Intrigue: an elephant in the humor pottery of Charles Bowers
Your humor: an elephant trapped in the pottery. You wrote humor to break the pottery—sometimes the elephant got killed too.
(Bello, 2014)

Abu Nabil Wibisana
Trik dan Intrik: Sirkus Kelabu Charles Bowers.

Bahkan di dunia dengan tekstur kelabu halus, kautahu: hidup hanya sekadar mampir menonton sirkus!

(Bello, 2014)

Abu Nabil Wibisana
Tricks & Intrigue: Gray Circus of Charles Bowers
Even in the world of smooth gray texture, you knew: life’s just a drop by, watching the circus!
(Bello, 2014)

Ratu’Archy Laraz
Black, let me extend your tail
This is the tree of cat
This is the tree of life
Just like a man
(Puisi orisinal ditulis dalam bahasa Inggris oleh Ratuarti Laras)

Sartika Sari
bumi di telapak kakiku
membangun rumah suara
rasa dan masa
kau datang
hilang
jadi dendam
Sartika Sari
the earth at my feet
building a house of voice
of flavor and future
you come
disappear
:revenge

Risti Danasmoro
Hanya pandang,,
Tak mampu dengar cerita bisingmu tentang semesta..

Yogyakarta, 8.24pm

Risti Danasmoro
Just looking
unable to
hear the noise of your story
about the universe

Fajar Setio Utomo
Tidak memenuhi syarat, tapi spontan saja mengetik.
RUANG KELUARGA
Ada anak dua
Satu pria dan satu lagi wanita
Satu ayah satu lagi bunda

Ada Tv diam sendiri
Menyala warna hitam, dan putih.
Keluarga diam.
Selepas mati, tinggal orang tua sendiri, duduk tenang di keheningan.

Fajar Setio Utomo

Ineligible, but spontaneous
living room
there were two children
a girl and a boy
a father and a mother

there was a tv in silence
turns on black and white
the whole family is in silence
after a death,
the elderly living alone
sitting quietly in silence.

Niken Kinanti
betapa mudahnya rindu jadi kepalsuan
kau hitam aku warnanya
kau bisu aku bukunya
Niken Kinanti
how easy it is
a longing
turns to hypocrisy
you, black
and I’m the color
you, mute
and I’m the book

Tri Jengky
Lidah kelu
Wajah pucat pasih
Hitam putih
Bendera orang mati
Tri Jengky
dumb-tongue
pale face
black and white
flag of the dead

Faiz Adittian
Kau aku diam
Tapi mereka tahu
sebenarnya
Apa yang kita lakukan
Faiz Adittian
You me silent
But they know
what is actually
that we do

Andy Sri Wahyudi
energi
sri, jika hidup hanya diam dan sudah tak terkatakan.
jangan hiraukan suara mesin atau suara tuhan.
guncanglah!

Andy Sri Wahyudi
energy
sri, if life is shut and been unspeakable
never mind the sound of the engine
or the voice of god.
shake it!

Saktya Rini Hastuti
Gerak-gerik gagap
Perilaku pikir penuh muslihat
Bergerilya dalam senyap.
Hem, kami tak bisa kau perdayai.
Mata kami mendengarmu, dalam sunyi bunyi.

Saktya Rini Hastuti
the gestures are stuttering
behavior od his mind full of deception
guerrilla in silence.
hm, you can not outwit us.
our eyes can hear, in the sound of silence.

Anton Sulistyo
PESULAP
Pesulap memasukkan kucing hitam
dalam kepalaku. Meongnya berkumandang
dalam tidurku. Tidak ada lagi kemustahilan!
Anton Sulistyo
magician
the magician insert the black cat
in my head. Its yowl reverberate
in my sleep. there is nothing like
an impossibility!

Muhammad Badrun
Wajah Sunyi.
Setiap manusia berceloteh,
tak ada sejengkal nada ke telingamu.
Kau sunyi dari Keramaian.
Muhammad Badrun
Silent face
Every human chattering,
no span of tone for your ear
You are a silence of crowds.

GaNz Jangan D’pikirin
kau dan engkau
terpaku
aku dan kau
terbelenggu; bisu
28-12-14
Ganz Jangan Dipikirin
you and you
be glued
me and you
shackled; mute

Waffa Ruhul Bakkah
Secret
kau, hewan dan alam tidaklah berbeda
menyampaikan!
sayang, kami pun sama
tuli dan buta!
Waffa Ruhul bakkah
Secret
you, animals and nature are not different
deliver!
unfortunately, we are just same
deaf and blind!

Biolen Fernando Sinaga
A(MU)K BIO(LA)//O amuk biola/kucing tak suka daging jesus/tikus akan mencericit seribu tahun lagi.
Biolen Fernando Sinaga
A(mo)k of vio(lin) = beginning
O amok violin
cats do not like the meat jesus
the mouse will squeek
for thousand years.

Galeh Pramudita Arianto
DELUSI.
dan selepasnya kita diabadikan
kita lihat seksama
ada yang ada
dari kita yang tiada
(29/12/14)

Galeh Pramudita Arianto
Delusions.
and after it we will be immortalized
we will see carefully
being unbeing
of existence
that absence

Syifa Khumairah
bisu

tertarik garis hngga batas akhir

mka terurailah hitam dan ptih
namun lagi2 kau : hanya membisu

gubuk kecil, 291214
Syifa Khumairah
mute

pulled out to the frontier

parsed in black and white
however again and again you:
just silence

Risno Aj
TERKADANG AKU BERTANYA

terkadang pandanganku menyala-nyala.
Terkadang redup kembali segala nyala pandangku.
Yogya, 29 /12/ 2014)

Risno Aj
sometimes i asked
sometimes my eyes blazing
sometimes the dim comes back in
every flame of my gaze

GaNz Jangan D’pikirin
cukup
cukup kau yg tahu;mata ini mati
telah ku cukupkan; kau beku
291214
Ganz Jangan D’pikirin
enough
enough that you know;
these eyes are dead
i have it finished;
and you freeze

Yanwi Mudrikah
Teka-teki

Aku menerka-nerka gerak cintamu
Kau teka-teki
Dan hanya aku yang bisa mengisi
Sebab,
Kotak takdir cintamu adalah aku
Purwokerto, 2014

Yanwi Mudrikah
Puzzles

I’m guessing your love motion
You are puzzles
And only me who can fill
Therefore,
your box of fate is
I

Ekohm Abiyasa
Ajari Aku

tuhan, ajari aku
merasai sepi
menuntaskan nyeri
menenggelamkan rasa takut ini
keheningan selalu
memburu mataku!

Ekohm Abiyasa
Teach Me

god, teach me
to feel empty
to resolve the pain
to submerge this fear
serene is always
chasing my eyes!

Fathonatul Munawaroh
warna-warni lukisan mereka tak kau hiraukan.
lagi-lagi kau sibuk dengan hitam-putihmu yang bisu.
Fathonatul Munawaroh
You don’t pay attention to the colorful paintings
again you’re busy with your black and white which is mute

Sartika Dian Nuraini
Buat mengubah
ranting jadi kucing:
1 persen tekad kau butuhkan
selebihnya biar
kegilaan yang bicara
Sartika Dian Nuraini
to change
the twig to be cats:
1 percent of willpower you need
and the rest would be
insanity that talks

Faiz Adittian
NAFAS
Aku mencoba
Tuk membaca sebuah nafas yang berasal
dari lika liku tubuhmu
Yang kadang kosong, kadang penuh gelak tawa

Faiz Adittian
BREATH
I tried
To read
the breath originated
from the twists of your body
which is sometimes empty,
sometimes full of laughter

Iwan S Adiwira
Tuan, bagaimana ceritamu?

Kudapati seorang menyelam
Lintas danau Alsace
Tiba-tiba di seberang ia bersepeda

lol
Iwan S Adiwira
Mister, how is your story?

I found someone diving
across the lake of Alsace
Suddenly he ride a bike
there across

:lol

Iwan S Adiwira
Monsieur, aku mencintai anak perempuanmu
Anak perempuanku?? Dia istriku!!
Sini kau kugedik pakai sapu

: naas
Iwan S Adiwira
Monsieur, I love your daughter
My daughter ?? She is my wife !!
here come!
I’ll swipe your head with a broom

: Hoodoo

Aris Rahman Yusuf
Sepi

menyepi hitam ruang ramai perkakas
mainkan imaji
sepi
meremas mimpi

26122014
Aris Rahman Yusuf
lonely

black solitude
the room full of tools
playing the images
lonely
squeezing the dream

Fajar Setio Utomo
Dengan secangkir kopi
Ayah dan Charley Bowers berkompromi.
Bersepakat perihal anak,
perihal coretan di dinding anak mereka.
Fajar Setio Utomo
With a cup of coffee
dad and charley bowers are negotiating
and agree about a boy
about the graffiti on the walls

Zaeni Boli
Bonjour monkey
Adakah gajah memiliki sayap kupu-kupu
Duhai kutukan
Kau kah manusia
Zaeni Boli
Bonjour monkey
Is there an elephant that has the wings of butterfly
Hello, curse
are you a man

Deri Hudaya
AKU TAKUT

lari kucing tanpa
warna

sunyi, seperti cermin,
pada meja
kata

cahaya mereguk
mata

aku takut

2014
Deri Hudaya
I AM SCARED

a cat run without
color
silent, like a mirror,
on the table
word

light downed the
eye

i am scared

2014

Gani Sahidun
cukup
cukup kau yang tahu; mata ini mati
telah ku cukupkan; kau beku
291214
Gani Sahidun
enough
enough that you know; my eyes have died
I have finally finished; you freeze

Dian Rachmaniadua
-Now You Tell One-

Mengobok dunia
Melaboratoriumkan segala kemungkinan
Menyeduh formula
Dalam permainan
pat-pat gulipat
Dian Rachmaniadua
-Now You Tell One-
meddle with the world
laboratory of all possibilities
brewing formulas
in the game of
pat-pat Gulipat*

*is a name of a game played by children, quite similar with hide and seek


Novia Rika

ada kebahagiaan senyap
senyummu dalam gelap
keinginan yang bersayap
selalu melayang sebelum hinggap
Novia Rika
There is a silent happiness
Your smile in the dark
Desires that have a wing
Always hovering before perch

Mochammad Asrori
Workshits

begitulah tuhan
jika seekor kucing boleh
masuk dan tidur di surga
kucing lain belum tentu

2014
Mochammad Asrori
Workshits

so is god
if a cat is allowed
to enter and sleep in heaven
and another cat is
in the air

Slamet Riyadi Sabrawi
Sssst..
Ku
Cingku
Asu!
Slamet Riyadi Sabrawi
Sssst…
My
C
A
T
Is a
D
O
G

Muhammad Badrun
Rada Gila
Pesulap sirkus
yang menyihir kucing menjadi
kau, manusia bisu
(Bucil 2014)

Muhammad Badrun
A bit crazy
a magician in the circus
who conjured a cat to be
you,
mute man

Sartika Dian Nuraini
Ada Sepatu, Harus ada tali?
ada tikus
harus ada kucing?
ada meriam
harus bungkam?

Sartika Dian Nuraini
there are shoes should there be laces?
there are rats
should there be cats?
there is a cannon
should there be shut-in?

Chosen by Netizen & Likers:

Asni Furaida
Aku tukang cangkok apapun,
kubisa mencangkok bahkan
benda hidup sekalipun
dan aku bukan tukang ngibul.
Asni Furaida
I am a handyman
an artisan of transplantation,
grafting anything
I can even
work with the living things
I’m not a liar.

Abdul Wachid B.S.
“Now You Tell One”- versi Indonesia (2)
kuasa pengetahuan
bisa saja menyulap
segalanya menjadi lenyap
atau?
semuanya menjadi
panorama yang
kalian syahwatkan?
Abdul Wachid B.S.
“Now You Tell One”
the power of knowledge
could conjure
everything to be disapeared
or?
everything becomes
a panorama
as an object of your lust?

Abdul Wachid B.S.
“Now You Tell One” – versi Indonesia (3) ;
lobalobang
melahirkan
kucing dan tikus
siapsiap saling
membesarkan lobang
melahap
kauaku
lahaplahap
Abdul Wachid B.S
Now You Tell One (3)
Holhole
give birth to
cats and mouses
bereadybeready
to zoom each other
to devour
youi are
greedygreedy

Abdul Wachid B.S.
“Now You Tell One” – versi Indonesia (4)
cinta bukanlah katakata
bunga tidaklah plastik
rumah bukanlah marah
ramah tidaklah lipstick
kauaku bukanlah
sekadarsaru
Abdul Wachid B.S.
“Now You Tell One” (4)
love is not a word
flower is not plastic
home is not angry
friendly is not lipstick
youi is not
just cypress

Abdul Wachid B.S.
“Now You Tell One” (5)
bapak kuasa
mengatur duniamu
kamu tumbuhkan cinta
bunga plastik
untukku
bapak, kamu
memasukkan diriku
kemulutmeriam!
Abdul Wachid B.S.
“Now You Tell One” (5);
the father’s power
set your world
you are growing love
like a plastic flower
dad, you
put myself
into the mouth of a cannon!


Sartika Dian Nuraini

Mari berkemas!
Gajah-gajah telah masuk
Di mulutku.
Di mulut kota.
Di celana dalamku:
Kata-kata
Sartika Dian Nuraini
let’s pack up!
the elephants have infiltrated
in my mouth.
in the mouth of the city.
in my underwear:
the words

Abdul Wachid B S
“Now You Tell One” – versi Indonesia (1) ;
di lingkar meja
bapak ubahubah
peta dunia
badutbadut
politik bang-bang-tut
ditembak
presiden tua
sangbadut gantikan
presiden …
Abdul Wachid B S
“Now You Tell One” Indonesian version (1);
in the circumference of the table
father is changingchanging
the world map
theclowntheclown
the politics of bang-bang-tut
shot
an old president
the clown then dethrones
the president

Indonesian Poetry Battle on Facebook #5 Winners!

Penulis dan Karya Indonesian Poetry Battle on Facebook #5

Kurator:

Aslan Abidin (Penyair)
Dewi Candraningrum (Redaktur Jurnal Perempuan & Perupa)
Berto Tukan (Penulis)
Rio Johan (Cerpenis & Kolektor Film)
Gustu Sinduputra (Penyair)
Kelvin Atmadibrata (Seniman Performans)

Penulis yang Berpartisipasi:

Tri Jengky
Aku bukanlah pemersatu
Juga bukan hantu
Kau tahu kataku kaku
Yang ku mau cuma satu
Kau tahu

Kie Guevara
Gerakan dalam semu. memintas mencari makna. tak jelas kucoba meramu, bukankah ini perilaku memaknai jemu

Slamet Riyadi Sabrawi
Sstt….
Ku
cingKu
Asuu!

Biolen Fernando Sinaga
(KU)CING HI(TA)M
ketika akan ke kuta
kutabrak kucing hitam
tak ada waktu kukubur
ketika sampai di kuta
hampir saja ‘ku sial
terkena serpih bom.

Fajar Setio Utomo
Ruang tengah, ada anak bertanya, akan ketenangan. Keluarganya diam, sambil pelan mengajarkan bisu yang membahagiakan.

Biolen Fernando Sinaga
TE(TIKUS)

bermain tikus

terpenjara

bermain tetikus

mendunia.

Yudha Purwanto
Kemelut angan merenda retorika
Membalut instan perjalanan rasa
Pijaran, semata indah
Karna senyap kebekuan
Kelahiran

Bonk Ava
Apa yang kau tanam
Itulah yang kau petik
Tanamlah kebaikan
Dalam pekarangan tubuhmu

26/12/2014

Melati Suryodarmo
Kaki empat satu ekor kali puluhan, lalu ratusan loncatan
Mencari satu mangsanya
Republik kucing !

Sartika Dian Nuraini
Aku berjalan
Dengan sepatu tak bertali
Bricolo, tolonglah aku
Menghapus kembali
Film itu
Dari mataku

Sartika Dian Nuraini
Mari berkemas!
Gajah-gajah telah masuk
Di mulutku.
Di mulut kota.
Di celana dalamku:
Kata-kata

Linggar Rimbawati Puwrowardhoyo
Hitam Putih.
Dan bisu.
Dan kosong.
Aku bosan.
Mati rasa!
Tak suka.

Lenny Mustapa
Okulasi
Pasif, aktif
Pada nalar berulam fiktif
Aihhh,
Hidup rentan serba salah;
lenguh lakumu.

Ade Riyan Purnama
Layar Perak.

Potongan kumis petak
Bergerak di layar hitam putih
Menjadi suara bisu yang terdengar

An Fauhum LinNas
Sunyi membekam
menguasai ruang
diamkan kau aku:
hitam putih

Mukhamad Hamid Samiaji
26/12/2014

Mochammad Asrori
Perkakas

siapa menemu remah
di meja penuh gairah
deras terbiasa lekas
remang membekas
meretas tak tuntas

Aris Rahman Yusuf
Sepi

menyepi hitam ruang ramai perkakas
mainkan imaji
sepi
meremas mimpi

26122014

Gusmel Riyadh
HIKMAH
Kalau kita mengata-ngatai si bisu yang bahkan berkata-kata pun tidak bisa
Bisa jadi kita asu

Novia Rika
sihir itu tak pernah berhenti,
industrialisasi
pergi kucing hitam mengunci sial
ke sarang Bricolo

Khair Lazuardi
Si sunyi
Sepi tapi suara terus berimaji
Dari satu aku mereka
Cerita itu mimpi, Aku!

(Desember)

Andrian Eksa
TOLERANSI SEPI

suasana, ribut aneka benda
sepi meremas jiwaku

Jogja, Desember 2014

Kurnia Hidayati
selain rambutmu ada yang lebih hitam; bulu kucing dan kenangan yang terkurung dalam ruang.

Risti Danasmoro
Silent crowd humming on my ears,,
Hushh!
Go you dirty fly!

Magelang, 26.12.2014

Kurnia Hidayati
Jendela
entah di jendela mana akan kutemukan warna lain
dan mendengar meong panjang dari seekor kucing
2014

Anton Sulistyo
FILM BISU
Dalam tidur hidup seperti film bisu
Waktu dicangkok & tumbuh
Menjadi pohon kenangan

Akarnya menjulur ke surga

Dewandaru Ibrahim
Bicara tanpa suara

Aku bicara tanpa suara
Hening
Namun cinta bisa mendengarnya
Seperti saat kamu menatapku

Dewandaru Ibrahim
Bicara
bibirku bungkam
Namun tanganku bicara
Kakiku bicara
Mataku bicara
Telingaku bicara
Seperti sebuah puisi

Abu Nabil Wibisana
Trik dan Intrik: Gajah dalam Gerabah Humor Charles Bowers

Humormu, gajah terperangkap dalam gerabah. Kau menulis humor untuk memecahkan gerabah—kadang gajahnya ikut mati.

(Bello, 2014)

Abu Nabil Wibisana
Trik dan Intrik: Sirkus Kelabu Charles Bowers.

Bahkan di dunia dengan tekstur kelabu halus, kautahu: hidup hanya sekadar mampir menonton sirkus!

(Bello, 2014)

Muhammad Badrun
BUTABISUSATU.
D i t r a g e d i t a na h Te r i ak Gajah
Kusamukamu Bisu Kamubisuka
Fayakun! jadilah Mukamukakubisu Masuksatumukabisumembisukasuka… (Karang, 2014)

Ratu’Archy Laraz
Black,let me extend your tail
This is the tree of cat
This is the tree of life
Just like a man
Plant his sperm in a woman’s belly
That’s how life begins

Asni Furaida
Aku tukang cangkok apapun, kubisa mencangkok bahkan benda hidup sekalipun dan aku bukan tukang ngibul.

Bob Martokoesoemo
biarpun gila, tidak apa, senantiasa dibutuhkan
misi utama: tetap membuat orang tidak sadar
sistemnya gila.

Muhammad Badrun

Denting Gagu.

Parau yang kau miliki Seperti meriam tak melesat. Bisu yang kau tuli: kepada sekitarmu
Ratu’Archy Laraz
Hitam putih bisu
Meloncat pucat pasi
Bruuuuww…. Satu sepuluh seratus seribu

Fajar Setio Utomo
Dengan secangkir kopi Ayah dan Charley Bowers berkompromi. Bersepakat perihal anak, perihal coretan di dinding anak mereka.

Atikah Zata Amani
Si Raja lahir dalam senyap
matanya melotot
Raja buta banyak anak
satu dua ternyata banyak
(CISARUA 2014)

Sartika Sari
bumi di telapak kakiku
membangun rumah suara
rasa dan masa
kau datang
hilang
jadi dendam

Alburhan Ash-shiddiq
Ingin kuberikan semua kucing yang kupunya agar kau tahu betapa aku ingin menjadi kucing jantanmu.

An Fauhum LinNas
Hening terkunci rapi
benda mati
menyihir diri
seolah berinteraksi
bertingkah bias: abu-abu
sulit tuk dipahami
sulit tuk dimengerti

#Sajak Mukhamad Hamid Samiaji 26/12/2014

Muhammad Badrun
Topeng.
Kau bermain dengan kucing, yang dalam karungnya kau tahu, bisu.
kamu palsu.

Risno Aj
YANG KUTENUN

aku bukanlah pesulap kata
Tetapi akulah penenun harapan dengan segala kata untuk mengada

( Cilacap, Tanah Tinggi, 26 Desember 2014)

Risti Danasmoro
Hanya pandang,,
Tak mampu dengar cerita bisingmu tentang semesta..

Yogyakarta, 8.24pm

Saraph Versi Nurinoer
Ah, aku bermimpi di-imajinasi-ku sendiri
kamu dunia gila ini
dan aku yang sudah tak wajar

Deri Hudaya
AKU TAKUT

lari kucing tanpa
warna

sunyi, seperti cermin,
pada meja
kata

cahaya mereguk
mata

aku takut

2014

Novia Rika
lari kau dari kebisuan
yang tak terkendali
bukan tak mungkin hidup,
manusia itu mesin seni

Nella S Wulan
Gempita Senyap

ia ditarik oleh tubuh sunyi
berucap dikeheningan
menari pada gempita senyap
menggores wewarna

Tri Jengky
Laku kaku
Lagu gagu
Warna hitam pada kelam
Warna putih pada hakiki
Saksi mata pada mati
Cuma ingin ada bukti

Gembel Aceh
Dia sepertinya orang asing!
tidak tahu dia sedang apa?
mungkin aku lupa menonton film himbauanmu

Eric Keroncong Protol
Bimsalabim

Topi kerucut, wajah dibalik topeng
Bimsalabim… Bimsalabim…
Tepuk tangan riuh, wajah dibalik topeng tersenyum puas
Lakon kecil pun terinjak-injak
Dunia itu bernama BIMSALABIM

Biolen Fernando Sinaga
(TI)KUS (PU)TIH
Banyak orang
tertipu warna
katanya hitam itu kelam
putih itu bersih
padahal hanya hening
yang bening

Fajar Setio Utomo
Di hadap kebisuan
kemungkinan terakhir
yang tak terpahami
dan tak terduga dalam diam.
Dia lagi mencintaiku.

Fajar Setio Utomo
Tidak memenuhi syarat, tp spontan saja menggetik.
RUANG KELUARGA
Ada anak dua
Satu pria dan satu lagi wanita
Satu ayah satu lagi bunda

Ada Tv diam sendiri
Menyala warna hitam, dan putih.
Keluarga diam.
Selepas mati, tinggal orang tua sendiri, duduk tenang di keheningan.

Ciputat 27-12-2014

Wardjito Soeharso
THE MAGIC OF LIFE

Whoever you are
President or Prime Minister
Ordinary people or just a simple man
Damned magician!

Novia Rika
ada kebahagiaan senyap
senyummu dalam gelap
keinginan yang bersayap
selalu melayang sebelum hinggap

Niken Kinanti
betapa mudahnya rindu jadi kepalsuan
kau hitam aku warnanya
kau bisu aku bukunya

09.19.27.12.14

Tri Jengky
Lidah kelu
Wajah pucat pasih
Hitam putih
Bendera orang mati

Zaeni Boli
Bonjour monkey
Adakah gajah memiliki sayap kupu-kupu
Duhai kutukan
Kau kah manusia

Mujahidin Belantara
kuhisap sisa-sisa tetesan air matamu, lalu kutuangkan di ribuan gelas malamku, dan kautaburkan di hamparan ladang senjaku

Vindy Putri
Ini kebenaran!
Tapi bagi sang pembual,
kebohongan akan menjadi kebenaran…,
lalu kebenaran tak dapat dipercaya.

Waffa Ruhul Bakkah
MAKNA
seketika aku menertawakan tingkahmu tanpa koma
kau gila!
tapi acuhmu membangun sadarku
lakumu; sastra
Faiz Adittian
Kau aku diam
Tapi mereka tahu
sebenarnya
Apa yang kita lakukan

Sartika Dian Nuraini
ADA SEPATU, HARUS ADA TALI?
Ada tikus
harus ada kucing?
Ada meriam
harus bungkam?

Eric Keroncong Protol
Dagelan pun dipertontonkan. Hanya tawa riuh berkoor ria. Semuanya membisu hingga dagelan selesai

Fidelis Krus Yosua
semua benar
semua salah
semua benar
semua salah
semua benar
semua salah
semua benar
semua…

Afrilia Utami
setelah kata dicampakan
pada siuh yang tak terkata
pelayan peradaban.
tinggal KOMA dalam satu hela.

Vindy Putri
Alibi

Siapa yang pembohong?
Kau? Kau? Kau?
Atau aku?
Jika saja kebenaran dapat menjawab.

Eric Keroncong Protol
Klise(judul) Buram? Hitam. Hanya elegi senandung. Klise

Andy Sri Wahyudi
energi

sri, jika hidup hanya diam dan sudah tak terkatakan.
jangan hiraukan suara mesin atau suara tuhan.
guncanglah!

desa budakeling, 281214

Ardhi Nadana
kalau kita sudah merasa paling penting,
sepertinya sudah tidak ada kepentingan lagi.

yogyakarta, 281214

An Fauhum LinNas

aka. Muhanmad Samiaji
Bibirmu pun tak berkata
Namun alam sekitar
Mampu ceritakan semua
Entah kau hitam
ataupun putih
28/12/2014

Melati Suryodarmo
Puluhan ekor seribu janji
Kata-kata tak berarti
Kamu kira aku pergi
tipuanmu mati

Saktya Rini Hastuti
Gerak-gerik gagap
Perilaku pikir penuh muslihat
Bergerilya dalam senyap.
Hem, kami tak bisa kau perdayai.
Mata kami mendengarmu, dalam sunyi bunyi.

Muhammad Iqbal
Wajah kusam pekat

mata melirik

bibir tak bernada

lihatlah

betapa bodohnya kamu

yah kamu

Tan Muda
pada gambar-gambar itu kata-kata musnah, aku menemukanmu, sendiri, tinggal dalam bayang sepi, di gedung tua itu kau telah menorehkan beribu-ribu tanda, sampai kusulit mengenalinya mana kata, mana rupa

kau telah berubah jadi percakapan, jadi perdebatan

Anton Sulistyo
PESULAP
Pesulap memasukkan kucing hitam
dalam kepalaku. Meongnya berkumandang

dalam tidurku. Tidak ada lagi kemustahilan!

Muhamad Rifqi
jam dinding berdetak penuh makna//cicak dinding membisu memandanginya//seakan kehidupan akan mati

Muhammad Badrun
Wajah Sunyi. Setiap manusia berceloteh, tak ada sejengkal nada ke telingamu. Kau sunyi dari Keramaian.

Dhini Aprilio

Konon

Di keheningan malam
Malaikat menyaksikan gemintang berpesta pora
Bersulang mengitari sebutir kebaikan
: Keajaiban kasih sayang

Yanwi Mudrikah
Tanda

Kau membaca sesuatu atau mencipta sesuatu?
Diam!
Omong kosong!

Purwokerto-wisma anggrek, Desember 2014

Yanwi Mudrikah
Sebuah narasi

Kunci,
Hitam?
Menutup hati dan mata?
: mati

Purwokerto, Desember 2014

Juli Ibnu Alkamzy
daun copot terbang kedalam mulutmu, hijau, kuning, kering, hening, terbakar oleh ibu yang memanggang terasi. Darunnajah 281214

Mochammad Asrori
Lompatron

saat kucing melompati tangga
lerat dering menjuntai manja
berpusaran tanpa akhiran
pengikut tuan juga puan

2014
GaNz Jangan D’pikirin

kamuj

Aris Rahman Yusuf

Gajah

pasukan tempur
berlarian
di celah ruang istana
berlompatan
bergetaran tanahtanah
murka gajah

Eric Keroncong Protol
Riuh (judul) riuh, gegap gulita, gemuruh, dan mati terinjak kaki-kaki gajah!

GaNz Jangan D’pikirin
kau dan engkau
terpaku
aku dan kau
terbelenggu; bisu
28-12-14

Mochammad Asrori
Pusseudo

miau tanpa i jadilah mau berkelebat maumu mauku
maunya serupa gema adzan merayapi dinding durjana

2014

Waffa Ruhul Bakkah
Secret
kau, hewan dan alam tidaklah berbeda
menyampaikan!
sayang, kami pun sama
tuli dan buta!

Nurul Why

AKAL

Antara binatang dan manusia,
berdiri sekat; akal.

Jember, 2014

Risno Aj
AKU BAGAI

ditanahmu aku bagaikan meminum air madu
Dari airmadulah daging dan tanah menjadi lekat.

Muhammad Badrun
Pantomim. Menari-nari dalam rekamu// aku terpana, kau menipu// rupamu tanpa suara: klise. (Desa karangsuci, 2014)

Biolen Fernando Sinaga
EGG(PLAN)T//Pada tanah/semua mimpi punya ranah//asalkan tanaman/kauselamatkan dari gulma//saat memetik/bisa-bisa kau terpekik.

Biolen Fernando Sinaga
(ILU)SI//Kepak sajakku takkan buat kau terhenyak/kata yang kutata takkan memancingmu tetawa/sebab asli kini sudah tinggal ilusi.(ilu=aimata/Batak).

Biolen Fernando Sinaga
A(MU)K BIO(LA)//O amuk biola/kucing tak suka daging jesus/tikus akan mencericit seribu tahun lagi.

Galeh Pramudita Arianto
EUFORIA SUNYI. hingar padam kerap menghujani/ gerak histronik/ yang melonglong/ sepanjang tubuh lowong.

Galeh Pramudita Arianto
CITRAAN. otakmu beku/ oleh rangkaian senandika/ yang sering kamu pukulin/karena gemesnya bukan main.

Galeh Pramudita Arianto
DELUSI. dan selepasnya kita diabadikan/kita lihat seksama/ada yang ada/ dari kita yang tiada/ (29/12/14)

Yanwi Mudrikah
Narasi tak pernah usai

Sebuah teka-teki
Sebuah imajinasi
: narasi panjang

Purwokerto, 2014
Syifa Khumairah

bisu

tertarik garis hngga batas akhir

mka terurailah hitam dan ptih
namun lagi2 kau : hanya mmbisu

gubuk kecil, 291214

Risno Aj
TERKADANG AKU BERTANYA

terkadang pandanganku menyala-nyala.
Terkadang redup kembali segala nyala pandangku.

Yogya, 29 /12/ 2014)

GaNz Jangan D’pikirin
cukup
cukup kau yg tahu;mata ini mati
telah ku cukupkan; kau beku
291214

Yanwi Mudrikah
Dalam diam

Dalam diam warnawarna hidup terus bergerak
Dalam kebisuan engkau dan aku tahu
Ada yang lebih haru biru tak sekedar bicara
Engkau dan aku dalam pelukan abadi

Purwokerto, 2014

Yanwi Mudrikah
Teka-teki

Aku menerka-nerka gerak cintamu
Kau teka-teki
Dan hanya aku yang bisa mengisi
Sebab,
Kotak takdir cintamu adalah aku
Purwokerto, 2014

Muhammad Badrun
Badut Sirkus. ada kamu, dikebisingan sirkus/ berlarian di imajiku/ cukup bisu, dirimu meraba semestaku. (Gubuk kecil, 29122014)
Yanwi Mudrikah
Engkau di samping aku

Engkau dan aku saling isyarat
Hidup dalam cinta sampai sekarat
Purwokerto, 2014

Prabu Sukarno Putra Putra
AH..

entah

kau lakukan… apa ?!

karena aku tak peduli

senyap, mati…

atau geliat….

lewatlah sebagai angin…!

dibantaran hidup29122014

Biolen Fernando Sinaga
(P)ER(ANCI)S/Tasku dari Perancis/tapi lihat/aku makan dari panci/:bukankah modernitas itu nisbi?

Ekohm Abiyasa
Ajari Aku

tuhan, ajari aku
merasai sepi
menuntaskan nyeri
menenggelamkan rasa takut ini
kehening an selalu
memburu mata ku!

Faiz Adittian
NAFAS

Aku mencoba
Tuk membaca sebuah nafas yang berasal
dari lika liku tubuhmu
Yang kadang kosong, kadang penuh gelak tawa

Adek Ceeguk
Aku mendengar ledakan pada bayangan

Pada kesibukan benda
Yang mengabarkan bau mesiu

Novia Rika
ada saat kutak ingin pulang
karna hanya resah
biarkan kumenjelajah bersama gajah
dan kata-kata tak terarah

M Alif Marufy
Dalam Kesal

(terintangi kata dilompatkan bahasa: “Awal Akhir Tuan terjomblo laga”)
Jir…
Lucu?. . .
Kampret, nyeritain apaan ini?

Biolen Fernando Sinaga

GAJAH/Maafkan aku,gajah/sampai saat ini/doaku pada Tuhan/agar matamu dibesarkan/belum kesampaian.

Biolen Fernando Sinaga
(PE)N(DA)HU(L)U//Sejak dahulu/nenek moyang telah putar pedal/demi laju sepeda kita//:jangan malas kikis karatnya.

Mar’atus Sholikhah
kau geliat suara
merahimkan noktah
bisu
abu-abu
aku tau untuk suatu apa kau berseru

It,
Surabaya, 30 Desember 2014

Mintarjo Narswatmojo
Negeri Gelak Tawa

di negeri gelak tawa, segala kisah adalah parodi
tak peduli itu tablo, tragedi, atau komedi
kau harus punya salah satunya, ya salah satu saja
agar eksistensi tetap terjaga

Estria Solihatun Nurjannah
Aku tak mati karna menggapai saklar. kau, telur-telur bodoh, yang seketika adalah menjadi messiu, membakarku dengan sayang. dan tentang bahwa aku adalah telur yg paling bodoh, sekarang-kau-jelaskan-padaku

Fathonatul Munawaroh

kau hidup dalam bisu

Muhammad Badrun
Ada Kucing di dalam dastermu, kau tahu? Dia si bisu dari gua hantu.

Fathonatul Munawaroh
warna-warni lukisan mereka tak kau hiraukan.
lagi-lagi kau sibuk dengan hitam-putihmu yang bisu.

Novia Rika
bukankah ibu tlah bilang
jagalah kata-kata
itu ajimu,
mungkin ada baiknya skali-kali
kamu bisu!

Pramukti Adhi Bhakti
Atas-bawah
Kanan-kiri
Depan-belakang
Salah-benar

Sudah, sudah!
Semua itu kelabu …

Estria Solihatun Nurjannah
dia merangkak sekaligus bertindak tolol. dia sekaligus berteriak padahal bisu. sempurna dia tolol sekaligus bisu.

Risno Aj
masihkah ada rindu didadamu
Ketika aku menyapamu dengan segenap rinduku
Bila masih ada
Satukanlah kita

( pwto, 2014)

Muhammad Badrun
MASALAH. Apakah kau aku telah mati, ketika semua manusia bisu di hitam dan putih mereka?

Anton Pramuji
dulu waktu kecil belum sunat ketika tititku terjepit resleting maka aku bisa amat puwitis

Sartika Dian Nuraini
Buat mengubah
ranting jadi kucing:
1 persen tekad kau butuhkan
selebihnya biar
kegilaan yang bicara

Ratna Ayu Budhiarti
KALAU SAJA NEGERIKU BISA DISULAP

hujan henti,
kutumbuhkan mantera:
kucing hitam hilang sakti
aku santai+menghitung angin= rupiah luruh tanah.

#RAB

Ratna Ayu Budhiarti
Siapa bilang aku perlu jendela, cermin dan perkakas ini?
Semua sia-sia. Kecuali Tuhan.

Noer Listanto Alfarizi
Aku tak ngerti
Hanya saja ingin menulis sajak
Tanpa bercerita kata-kata

En Hidayat
RESOLUSI

apa gunanya membaca masa lalu
jika tak mampu aku memberimu cinta berwarna ?

Wardjito Soeharso
SULAP KEHIDUPAN

Siapa pun kamu
Presiden atau Perdana Menteri
Orang biasa atau rakyat jelata
Pesulap gila!

Faiz Adittian
NAFAS

Aku mencoba
Tuk membaca sebuah nafas yang berasal
dari lika liku tubuhmu
Yang kadang kosong, kadang penuh gelak tawa
M Alif Marufy
Memuja artefak seolah mukjizat, bedebah elegan lestari

Warna mengusirnya, hitam putih mengaset menghidung

Iwan S Adiwira
Kisah negri para pembohong. Pohon yang tumbuh melantur ngawur di meja pembual. Nyata dia juara..!!

Iwan S Adiwira
Tuan, bagaimana ceritamu?

Kudapati seorang menyelam
Lintas danau Alsace
Tiba-tiba di seberang ia bersepeda

lol

Iwan S Adiwira
Monsieur, aku mencintai anak perempuanmu
Anak perempuanku?? Dia istriku!!
Sini kau kugedik pakai sapu

: naas

 

Abdul Wachid Bs

“Now You Tell One”
– versi Indonesia (1)

di lingkar meja
bapak ubahubah
peta dunia
badutbadut
politik
bang-bang-tut
ditembak
presiden
tua
sangbadut
gantikan
presiden

Abdul Wachid Bs
“Now You Tell One”- versi Indonesia (2) ; kuasa pengetahuan
bisa saja menyulap
segalanya menjadi lenyap
atau?
semuanya menjadi
panorama yang
kalian syahwatkan

Abdul Wachid Bs
“Now You Tell One” – versi Indonesia (3)
lobalobang
melahirkan
kucing dan tikus
siapsiap saling
membesarkan lobang
melahap
kauaku
lahaplahap

Abdul Wachid Bs
“Now You Tell One” – versi Indonesia (5) ;
bapak kuasa
mengatur duniamu
kamu tumbuhkan cinta
bunga plastik
untukku
bapak, kamu
memasukkan diriku
kemulutmeriam!
(yogyakarta, 30 desember 2014)

Abdul Wachid Bs
“Now You Tell One” – versi Indonesia (4) ;
cinta bukanlah katakata
bunga tidaklah plastik
rumah bukanlah marah
ramah tidaklah lipstick
kauaku bukanlah
sekadarsaru

 

Slamet Riyadi Sabrawi

Wong kucing kok
dibilang tikus lha
anjing dibilang Wong
Kucing pun menggonggong
Gong!

 

Eric Keroncong Protol
Terjebak
Gajah terjebak,
kucing terjebak,
gelas-gelas pun berdenting dan bersulang.
Terjebak dalam imaji tawa-tawa.

Mar’atus Sholikhah
tanganmu
melenyapkan apa saja
termasuk kekata
menjelma ingkar
sesuatu yang luput didengar
menafsir
rancu pandangan

It,
Surabaya, 31 Desember 2014


Deri Hudaya

HA HA

laku sekali
luka
aku kehilangan
lupa

lagu lama
berjalan
dari bau kauskaki
aku

2014

Dian Rachmaniadua

-Now You Tell One-

Mengobok dunia
Melaboratoriumkan segala kemungkinan
Menyeduh formula
Dalam permainan
pat-pat gulipat

Heru Kurniawan
Hidup mencari. Kosong. Duduk Memikirkan Kematian. Berlari Menghindar. Diam dalam Kengerian. Bercucur Air Mata.

Dewandaru Ibrahim
aku teriak di kebisingan aku bisu di keheningan namun setiap perbuatanku bisikan aku cinta padamu

Mochammad Asrori Hop

melompati
tangga demi tangga
belok kiri
sidratul muntaha
hop, sial
tahukah kau
letak pintu
surga

2014

Aris Rahman Yusuf
RAPAT

Gajahgajah melompat
Barisan merapat di ruang rapat
Istana berdetak
darurat

2014

Mochammad Asrori
Workshits

begitulah tuhan
jika seekor kucing boleh
masuk dan tidur di surga
kucing lain belum tentu

2014

Muhammad Badrun
Onthel.
Mamat pergi ke sirkus,
membawa kucing dalam karung.
mamat menghitam karena bisu bisa kucing.

Muhammad Badrun
Rada Gila
Pesulap sirkus menyihir kucing menjadi kau,
manusia bisu

Penulis dan Karya Indonesian Poetry Battle on Facebook #5

Penulis dan Karya di Indonesian Poetry Battle on Facebook #4

Kurator:

Ugo Untoro (Perupa)

Sunlie Thomas Alexander (Penulis & Penyair)

Sanie B Kuncoro (Novelis)

Dendi Madiya (Sutradara Teater)

Sartika Dian Nuraini (Penulis)

Penulis yang berpartisipasi:

Bagus Setiawan

Untai Benang

Guntur Oi SBrank IsTana
Kau tercipta tuk membalut raga ini
Kau terlahir tuk menghangatkan jiwa kami
Dari pelosok negri hingga penjuru dunia
Dari kaum kusam hingga para penguasa
Mengapa besar slalu menang(diatas)
Mengapa kecil slalu tersingkir(dibawah)
Mungkin hanya itu yg buatmu mrasa risau…

Ibrahim Maulana Malik Fadlan
ku ikatkan dalam benah seolah meratapi kemunafikan.
ku pegang erat dalam genggaman seolah meratapi dosa,
ku gulung di atas kehormatan seolah meraatapi kehinaan.
ku singsingkan dalam lisan seolah meratapi kejorokan mulut,
ku tumpukan di atas jiwa seolah meratapi beban seorng kacung.
ku rangkai dalam karangan seolah meratapi butiran2 tasbih,
AKU berwal dri kehiaan , seolah tak ada ampun bagi ku,
TUHAN sucikanlah budak mu ni,,,,,
(fadlan maulana)

Noer Listanto Alfarizi
Kau yang meraga pada setubuh tulang yang terbungkus daging,
Selaja bersenggama tnpa lahirkan apa-apa,
Hanya menyatu laksana samudra yang kian menutupi istirah sang tanah

Asni Furaida

Kemelut di hatimu bisa kubaca dari bayang matamu sayang, sudahlah.. relakan saja layang-layang itu putus. bukankah itu sudah kehendak-Nya. kamu bisa cari layang-layang lain yang pantas kau terbangkan dengan bangga. ok? nah begitu dong. dan kemelutmu yang membara itu bisa terurai laksana bunga yang merekah mencium surya pagi ini. indah nan megah.

Agik Ns

Bebijian yg kautaburkan
Sudah berubah
Jadi berbatang
Dan panenmu membentuk
Ceplok-ceplok salju
Dikuncup pepohonnya.

Lantas tanganmu itu
Memetiki tiap ceplok
Membuat buliran jd lbh halus…

Maheni
Kurajut cinta ini..dg tatanan yg tertata…
Setiap detik untaian itu sll ada kasih..
Gumpalan rindu yg sll menyatu dihati…
Terurai akan klimaknya rasa rindu..
Satu persatu lembaran itu terurai akan nikmatnya seperti cahaya cinta yg bersatu

Firman Setiana Singadiprana
Seribu pesona kau miliki
Sejuta budaya menyelimuti
keanekaragaman hayati
melekat pada tiap sudut negeri
negeriku
Saat indahmu luka terkoyak
biar kutambal kusulam kelak

Ciska Deciana
Terserak..tergolek..tak punya arti
Terpencar merenungi nasib dalam ruang angan masing-masing
Sebagian terjuntai dalam kesendirian…
Sebagian lagi terbelit kusut walau asa damai tetap nyala
Sementara menanti jamahan Sang Pemberi Arti..Sang Pembentuk Keindahan..
Disini, kami mengimani waktu itu kan datang
Walau kami mungkin tlah memudar..merapuh..

Damar Anggara
dari masa ke masa
dari duka ke suka
untai hangatmu,
menyetubuhi badan.
melengkapi proses kehidupan, hingga ke pekuburan.

Eddie EsEs
Telah Engkau ucapkan berabad yang silam, dan bergema ke setiap sanubari. Dengan mulut berzikir, tangan menengadah langit, aku berharap : Sudilah Engkau mampir barang sejenak ke kamarku. Aku sedang menggambar Imanku.

Aris Rahman Yusuf

SERAK

rindu-rindu berserak
melingkar bulat otak
linglung
limbung
rindu terurai jatuh ke air
basah
mengalir menghilir

Mojokerto, 19122014

Moomo Nyenyak
Mencintaimu

Jika dapat kuungkapkan semua ini:
Aku ingin mencintaimu
seikhlas mimpi
Yang indah, meski harus berakhir di gigil pagi

Aku akan menjadi mimpi
Yang tergantung sunyi di rona pipimu
Pada pagi yang begitu lekas
Dan akan kau kenang sepanjang hari dengan senyuman

Ara Cuu Namii
Tergeletak dan blum bermakna
Berwarna tapi tak berguna
Setragis itu hidupnya
Tak sesuai warnanya
Gapai dia jadikan berharga
Buat warnanya mewarnai dunia

Eddie EsEs
Hari ini televisi mengabarkan, tentang Luka yang belum disembuhkan.
tentang Lupa yang belum diingatkan.
tentang Doa yang belum diamalkan.
tentang Haram yang asal diucapkan.
tentang Engkau yang disalah- gunakan.
(19-12-14)

Rizki Andriani
PILIH

kehidupan insan
tak sama rumit
rasa
rata
besar atau kecil
kini hanya diri kan memilih
antara dunia dan seisinya

purwokerto,19 desember 2014

Subaidi Pratama
PERTEMUAN

Sebuah rindu menyulam tubuh
Mencipta riuh dan aduh
Tuhan, kalungkan kain itu pada kalbu
Agar Kau dan aku selalu saling bertemu

Malang, 2014

Dewi Mardiyana Sebayang
kaulah metamorfosis sempurna//yang menjelma kelambu//membalut luka menganga//terentang menutup burukku dan berkata “kaulah alur yang harus selalu kujaga jalannya”

Linggar Rimbawati Puwrowardhoyo
Pada Tubuhmu Kulekatkan Doa-doa

bungkus rinduku dengan lipatan tubuhmu, kekasih
doa-doa telah kutanam pada kakimu sejak kau balita
di selembar ladang kapas itu, ingat?
semoga kau lekas besar dan menjelma lembar-lembar
untuk kusulap menjadi jaket atau jubah
yang menyembunyikanku dari dingin yang suram

2014

Ratu’Archy Laraz
Jalinan hati ibu

Dirangkai dari bakal kapas
Menemani seorang ibu
Membikin baik kain yg sobek
Aku berteman dengan biru

Abmi Handayani
“tolong,
bantu aku urai,
ini kusut”
katamu
yang
muncul
dari
masa lalu

Leonardo Syirazhe Jugayantdira
SELALU

oleh: yant

selalu begitu, awalnya
serak serai menyerabut

hingga, jiwa penuh cinta
datang menyatukan perbedaan rasa

dalam genggamanya,
meletuplah percikan keindahan itu
teresap disetiap ruang hati

Indragiri-hulu, 19-12-2014

Rikha Melati
Sebuah Apa

Sebuah-sebuah yang ada padamu, kasih
Sandingkan dengan sebuah-sebuah yang ada padaku, kasih
Terima aku..
Rengkuh aku..
Baur aku..
Hingga kau jelma menjadi apapun apa
Hingga kau jelma banyak rupa banyak jiwa

Muntilan, 2014

Titis Efrindu Bawono
Pusaran Ilusi

Kita berputar dalam pusaran yang menjerat
Selalu berkelit dengan tumpukan alasan
Melanjutkan kebohongan yang tak berujung
Bersembunyi dalam balutan kasih palsu
Dimabukkan nikmat yang tak usai dicari
Tak lepas gelak tawa, tak henti sendu mengalir

Femi Agustina
Pelangi…
Indah bukan..?
Bnyak mata terpesona menatapnya.
Spt itulah kau diciptakn indah toek membungkus jiwa” yg penuh pesona
Melilit melingkari lekuk” tubuh mnjdikannya sempurna pada pandangan mata..
Ayo sayang..teruslah berkarya..jgn pernah usang..
Tunjukkn pada dunia kau abadi dlm hangat selera

Yudha Purwanto
Selarik selarik kata kata, tanda tanda, makna makna yang tertunda. Tertumpuk mengendap pada yang belum terselesaikan menjadi warna warna padat menggumpal jadi aral kehidupan.
Sri S. Ningsih
Merah-jingga menjamu senja
rayap, mengakar
lingkar, menyebar
lilit, berkelit
membelit, nadimu
kau; matilah.

Mochammad Asrori
Etnogram

harusnya kau tlah langlang seperti lelayang mengimingi
ruang pandang negeri seberang
tapi angin telah enggan
dan moyang telah memucat
merapat di gudanggudang

2014

Ida Iswari Icksanhadi
KITA

Kau tindih aku dengan kelembutan tubuhmu
Kau lumat aku dengan segenap hasratmu
Lalu kita begitu dekat … merapat
Saling melilit ..
Begitu indahnya..
Dan kita tak ingin saling melepas
Sebelum tubuh kita hancur oleh waktu

Mochammad Asrori
Avontur

pegang ujungku
jangan lepas
agar aku tetap
bisa mengeja
leliku jalan kembali
ke arsy

2014

Nailur RizQi
berusaha bangun dari timbunan angan…
apapun… bahkan jika harus merangkak.. ku berjuang
tuk hapuskan kutukan….
si BESAR menindas si kecil

Eko Sulistianto
KITA

Meliuki leliku
Mengangeni kelitan
Menyanding silang-silang

Tak pernah cukup kata
Selain kita
Tak pernah hiruk tentang
Selain kita

Alfin Luthviadi
Kebencian yg kau simpan dalam gulungan gulungan rapi yg kau sembunyikan di relung telung tawa dan ribuan kata kata menggoda… Seorang tak menyangka jika peluk itu adalah hampa … Dan nirwana semu disetiap puncaknya…

Khumairoh
Pintalan-pintalan halus yang bersilang jalan,
saling menyerobot, membelit dan menggeliat dalam siluet
sekaligus dibekap dalam naungan lalu lalang jalan diatas sana

Iwan S Adiwira
Jangan kau maki dia kita masih suka merangkap kata!
Rinai cahaya berpolesan awan telah mengikat bait
menjadi sajak tanpa judul
Jangan kau maki dia kerna kita suka rangkai bata!
Untuk menepis deru angin yang menerpa
dengan sembilu dingin menyayat kulit

Jangan kau maki dia sebab kita cintanya

Reky Arfal
Seumpama mengurai benang masai di antara renyai,
aku ingin melupakanmu,
jika pun harus meluapkan limpahan rindu,
nan sansai.

Bob Martokoesoemo
Apa kau ingat anak kita terbuat dari apa?
maka wajar saja setelah menangis meraung seperti setan
ia luruh (kau serta merta heran) meninggalkan jasad tak selayaknya
lalu terurai dan membelit kita, walau halus, tapi aku makin tercekik
kau tersedak dan muntah darah
baguslah, ini bentuk perhatian seorang anak pada orang tua yang durhaka.

Eric Keroncong Protol
Perempuan Penyulam

Perempuan penyulam dengan sisa tenaga tuanya, dia menyulam. Di sulamnya untuk menjadi bendera Merah Putih. Berkumandanglah lagu Indonesia Raya bersamaan air mata membasahi pipi keriputnya.

Aris Rahman Yusuf
PULANG

terbangkanku dengan layang
bawa aku pulang
biar kembali cerlang

Mojokerto, 19122014

Eric Keroncong Protol
Permainan Untukmu

bocah usia 5 tahun, datang menghampiri ibunya
di sisa-sisa gerimis membasahi tanah-tanah tandus
tangan gemulainya menyodorkan boneka untuk buah hatinya
boneka murah yang dibikin dari sisa-sisa gulungan kusut
dan sang ibu berbisik lirih.”Tak usah boneka impor, kita bisa bikin boneka murah dari gulungan ini.”

Novia Rika
jerat-jerat serat halus
pintal masa
gulung kekal
dalam rahasia paling sunyi,

jerit-jerit lirih
menghantui mata hati
kata pun terbelit
kerinduan itu tak pernah tipis

2014

En Hidayat
HIKAYAT RAJA TELANJANG

raja itu berseru,”aku memakai jubah yang tak terlihat !”

kami bernyanyi,” betul. kau selalu betul dan itu bukan urusan kami.”

Khair Lazuardi
Seperti juga ia
Semakin ku tinggalkan semakin aku tertunggalkan
Dalam ABCD dia yakinkan bahwa diantaranya ada abjad CINTA
Kalau saja rindu itu tahu jalan pulangnya
Di pintalan jarak, kau bisa temukan aku bersama setumpuk asa dan rasa.

(Desember, 2014)

Atikah Zata Amani
mejikuhibiniu. padamu layang-layang terbang.padamu segumpal daging berkembang.bergerak cepat dalam balutan.bulatan
mejikuhibiniu.kau lahir indah rupa. dunia bergembira.bak ulat kepompong masak. siap terbang jelajahi dunia.

(Lubanh Buaya, 2014)

Amiril Mueminin
aku sudah tahu masa tuamu/ hidupmu berliku/ tapi tidak berlaku/ kau tak bernama/ di pusara entah dimana/

Muhammad Badrun
Bisu Terpasung

Sunyi, tatkala kau aku
Dalam lubang yang gelap
Tak melihat, merasa
Jeritan itu kau pasrah
Rabamu berserakan luluh lantak
: Kita bertemu di pelimbahan
(Gubuk Kecil, 19/12/2014)

Eva Nur Aprillail
LUKA DI UJUNG KOTA

Aku lihat ada luka yang menganga
yang terjerembab dari kebisingan kota
tersapu dan terhempas angin
tertutupi dedaunan kering yang membasah
sebab hujan tiba
menderasi lukanya yang alpa dalam pencarian
ah…

Deri Hudaya
Boeh Rarang

Sangkuriang mendaki gunung, uh
Lalu menyelam tajam di telaga dalam, ah
Nafasnya terus berdenyar di sekujur bumi, Dayang Sumbi, mencari

Sekebat boeh rarang, antara malam dan matari, seperti firman
Pikiran silau dan cinta sia-sia saja
Kenapa harus hidup untuk mati, ih

2014

Lenny Mustapa
Kau bertanya mengapa jejakku tiada kekal di sisimu,
Seakan mimpi adalah janji yang pasti terlunasi, yang helai-helainya tengah kau pintal sempurna.
La, apakah kepergianku saru?
Sedang helai-helai itu kau timbun saja,
Tiada tersentuh,
Pun setelah aku berlalu.

Gorontalo, Desember 2014

Kinanthi Anggraini
PUSA RELIEF UJUNG BANTAL

satu diskoid buih perak menutup rapat serpihan mata
berwarna air mata langit di dekat kecupan sang Nendra
mengayunkan anyaman sesam pada ujung bantal tidur
mengikat malam afotik, menyulam nikmat mendengkur

pada mimpi gamang, kau menghidupkan ruh bayaran
menyelinap pada dinding delinkuen tanpa tirai pintu
menitipkan kecupan berkedip, di tengah denyar keningku.

Anton Sulistyo
PERIODE BIRU
Ada banyak cahaya diludahkan matahari
Tapi aku hanya akrab dengan cahaya biru
Seperti langit cerah musim semi

Lantaran aku selalu menafsirkan hatimu
Yang akan membiru setiap kali diterjang rindu
Seperti lukisan Picasso dalam periode biru

Vindy Putri
Menembus Pola

Kian menipis melingkar berporos teratur,
Menekuri hidup laksana helaian tipis,
Hingga habis terlepas pada pusat kehidupannya,
Satu kehidupan satu ciri, tak sama,
Bermakna tatkala berpagut, menembus pola,
Putus! ah, ulangi! berpagut, menembus pola,
Mati dalam debu atau hidup menjadi pola indah untuk sejuta umat.

Navida Suryadilaga
Menyulam rasa,
Bait-bait asmara
Merindukanmu adalah dosa,
Dosa yang selalu indah
Rasa di sulam di pita,
Kelopak mata pecah mengalir deras air mata
Aku yang kusut menikmati dosa.

Tri Jengky
Telah teronggok ku disini
Berhipitan diantara lainnya
Menunggu gulir waktu tak pasti
Tubuh ini sudah berdebu
Dari warna-warni nyaris abu-abu
Aku disini masih setia menunggu

Sukma Negara
Teronggok dalam kubangan zaman
Tapi tetap berpaut dengan waktu
Terikat dalam rangkaian rupa dan angan
Menunggumu untuk menyatukan asa

Biolen Fernando Sinaga
akan kuukur jarak yang kutempuh untuk merindumu/akan kuhitung degup jantung kala berhasil menikam pupil matamu/wahai kau yang sangat indah/aku hampir tak percaya Tuhan saat dambaku kau tepis/saat kalbuku kau iris.

Estria Solihatun Nurjannah
kau terlalu gemulai untuk kusut, terlalu berantakan jika terurai. kau pikir segala ungkapan harus menjadi milikmu? andai saja kau menyadari, bahwa percintaan kita hanya sebatas gulungan yang hambar. kau takkan memaksaku menjawab, mengapa berantakkan mu membuatku pergi

Ekohm Abiyasa
Kain Perca

bersama tubuh, huruf-huruf itu sempoyongan di jagat

kepada langit yang melegam

berkeping-kepeing nuansa

: rupa dan duka

bersama langit yang melekat

ia bertumbuh, berjalan, berlari, dan terbang

mengejar ibu-ayah. di mana tempat menemu hangat?

Surakarta, 2014

Moh. Ghufron Cholid
MENGHIDUPKAN TUHAN

pelangi waktu
kuatkan kalbu
hujan restu
lobangi batu-batu ragu
menguning usia
jiwa menghidupkan Tuhan

Madura, 19 Desember 2014

Andrian Eksa
KEKASIH

ada rupa-Mu
dalam wujud Kekasih
dan aku
pemuja, pencari belas kasih
di segala-Mu

Jogja, Desember 2014

Yustinus Popo
Laki ku laku
Luka ku
Ukal liku liku
Lukis ku

Ratna Ayu Budhiarti
AUTIS

Kau tahu? Duniaku adalah sekotak gelondongan, kunang-kunang di taman,
kartu domino, dan seorang perempuan yang memanggilku “anakku”.

#RAB, 19122014

Maya Madu
.
AJAR UJAR

hidup mengajari cara
dalam ragam pola
gelap terang segala kias
sediksi bernama bias
lantas di mana letak keabadian
jika jalan belum kembali tenang.

Malang, 19 Desember 2014

Dian Rachmaniadua
Aku tak ingat lagi, berapa barel warna dilambungku. Limbung tergulung, kisut disekian kalinya. Tak ada pilihan lain, selain absurd:inikah rindu yang kau titip diperihku?(19122014 – DR).

Gustu Sinduputra rumah.sutera.dengan.lorong.gelap./aku.menjebakkan.diri.dalam.ikatan.tak.berujung./membentangkan.riuh.sunyinya/untuk.bisa.bertanya:/kau.masihkah.di.ujung.yang.lain./menanti.kabar:mata.uang.kita.perlahan..buta/

Leonardo Syirazhe Jugayantdira
NEGERIKU
oleh: Yant

penuh perbedaan
barat yang langsat
tengah pengembara
dan timur adalah mutiara
dalam cengkeraman kaki-kaki sang garuda
mereka saling mengikat janji
untuk bersatu di rahim ibu pertiwi–Indonesia

Indragiri-hulu, 19-12-2014

Gembel Aceh
si rentan,disenggamai sang jari,penyempurna celah sang sutra,mengisi simetri penjuru bumi.jika sudah pasti indah,terima kasih sang ulat yang kuat,kalian terlalu sunyi menjadi penduduk bumi! maaf semua ini ulah jemari

Diah Pertiwi

Terhenti tangis di ujung tarian jemarimu
Rangkaian kenangan itu memang terputus-putus
Namun, nurani tak lekang dimakan sakit
Kau masih kuat dalam ikatan memori itu meski satu, satu
Menelusuri perjalanan cinta kasih ibu
Diah gadis cantik bermata lentik
Pertiwi tanpa tanda jasa, kembalilah

Agustina Kusuma Dewi
DIALOG SUNYI

Sebuah asimetri
Keterjalinan kusut masai yang terlalu rumit untuk terurai lepas
Serupa garis menuju titik hilang pada lanskap pelangi
Terhubung dan diikat gairah dalam kemabukan anggur Bacchus, senikmat keju Gouda
Bergelondong kenangan, mnemonic tak terhingga yang kekal dalam rahasia
:Kita.
Demikian adanya, biarlah!

AKDI | @inabicara | 19.12.14

Ayuek Virgo
JELITA

Tangisku terhenti sesak menusuk dada
Senyum jenakamu seperti bocah
Jemari menari memberi tanda
Tak boleh ada tangis dan air mata
Sementara, separuh ingatanmu entah kusut dimana
Hanya ibu tak lagi kau tanya, siapa?
Wahai jelita kembalilah, kembalilah dalam satu pola semula

Tri Jengky
Masih ada asa dalam cemas ini
Menunggu gilir buat bergulir
Desak sesak tubuh padu sarat peluh
Lunglai ku dibuatnya
Warna mulai berdebu nyaris abu-abu
Kutakut jadi abu
Maka kubunuh
Waktuku

Petrus Cannisius
Ingatanku terlalu dangkal untuk mengenang seberapa kilometer benang yang pernah terajut untuk kukenakan | Khayalanku terlalu sederhana untuk menentukan apa saja warna-warni kesukaanku | Asaku terlalu biasa untuk melukiskan bagaimana raut wajah masa nanti | Gerakku terlalu kaku untuk menarikan semua yang pernah terasakan sejauh ini | Waktuku terlalu singkat bahkan hanya sekedar untuk menghela syukur disetiap hembusan udara-Mu.. [Solo, 20 Des’ 2014]

Ivan Zulfan Hakim
Jemari meniti depa demi depa, hasta, lalu entah berapa jarak merentang kisahnya. Pengharapan di kota jauh, mimpi terserak, gigil masa lalu. Jalinan yang rumit ketika ia merenda doa pada subuh yang luruh di sajadah.

Fanny Chotimah
PAGI BUTA

Gigi tanggal
Ingatan lumpuh
Sehelai saputangan melambai-lambai
Koin-koin pun berjatuhan

20.11.14

Alburhan Ash-shiddiq
“Biarlah malam ini aku terjaga untuk menambal saku celanamu yang robek dimakan waktu. Meski aku tak pernah memberimu uang saku, biarlah saku celanamu diisi cinta dan senyumku yang kuberikan tiap waktu sebagai bekal masa depanmu yang sedang menuntut ilmu.”
Kata ibu sambil mencium keningku. Besok pagi aku akan pergi sekolah dengan bekal cinta dan senyuman ibu.

Biolen Fernando Sinaga
M(I)N(DE)R. Oh, kecilnya hamba/jika dibandingkan tuan raja//makananku tahu/sedangkan tuan raja ikan kerapu
//Tapi bukankah imanku tebal/dosa tuan raja mengental? Medan, Des 2014

Biolen Fernando Sinaga
PASAK. Kaupaksa aku berkata pasak/padahal aku ingin berkata kapas//kausuruh aku puasa/padahal aku ingin menulis puisi//maka apa salahnya jika aku memilih tusuk /saat kau menyuruh kusuk?? Medan, Des 2014

Haris Gupon
Iso ngomong tapi ojo lali hayo d lakoni..yo…., bareng2 ngelingke…, ojo mung apik2an syaire tok yo…., soale soyo apik biasane soyo ngapusi…

Kie Guevara
Pikir ku itu kita

Saling menumpuk memupuk beda.
saling menguliti si besar kecil, si kiri kanan.
Sama saja sama rata.
lukisan hidup derita senja.
Antara tumpukan peran.
Menunggu terkubur bersama kafan.

Bonk Ava
Kau depanku
Dengan muka layu
Benar kau ingin berubah
Membuang jauh segala dusta
Kau gulung perban di dadaku
Bisa kubawa berlari hingga ujung waktu

20/12/2014

Poltergeist Suesser
Turun naik liuk lampai berputar…tumpang tindih satu satu wujud terbentuk anyaman-anyaman yang ku sendiri tiada
tahu. Entah jadi apa nanti… Tangan itupun tak berhenti,
seolah tak peduli pada anyaman itu
Tuhan, aku ingin pinjam tanganMu… tolong buatkan aq anyaman indah, sesuai anganku.

19.12.14

Ida Fitriyati Yuzmanah
Inilah kita,
Yg saling bercakap dalam dialog yg tidak
Duhai, kekasihku yang bukan
Karena kita saling mengasihi dalam ikatan yang tidak

Syifa Khumairah
rumit

aku ingin berlabuh menujumu
tapi kau mlah bersembunyi.
kau dan aku : semakin tergulung dalam kisah yang haru.

Abu Nabil Wibisana
Kain Kenangan Ibu

/1/
Pada mulanya sabda. Sebutir buah di tangan, belum lagi habis dikunyah. Tiba-tiba Ibu telanjang. Tak ada teriak, hanya sorot mata cemas saat terlihat betapa cepat dosa beranak-pinak.

/2/
Di beranda, Ibu menenun kenangan. Renda dan gulungan sutera jadi cerita tentang belantara belukar dan pohon dengan sulur-sulur cahaya. Kudengar ia berujar, “Dosa itu, Nak, bisa ular. Mematikan, tapi bukan tanpa penawar.”

(Taman Nostalgia, 2014)

Ayuek Virgo
Bukan meja tetapi kursi
Tahta teristimewa di negeri ini
Tempat merajut janjijanji
Namun,
Memori mereka kusut tak dimengerti
Persilangan warna sana sini
Lempar batu tangan bersembunyi
Sementara rakyat masih bermimpi

Mar’atus Sholikhah
Menyatukan Beda

memadu rupa wajah bangsa pada selembar kain bendera

ikat pinggang direnggangkan mencumbu ingat muasal nenek moyang

bahasa berpetuah, lukislah corak mesra sejarah merupa cinta, ramah tamah, dan damai nan indah

biar beda terebentang demikian lapang

tak usahlah sayang lepas bergandeng tangan

denganmu mengabadi melodi sajak kepada negeri

It,
Surabaya, 20 Desember 2014

Dhini Aprilio
Aku, Kamu, Mereka

Kita memperbincangkan sudut pandang. Tawar menawar dan memperdebatkannya sembari mendengus enggan terberangus.

Kita lupa tentang bhinneka. Hingga lalai mengelola dan menerima segala rupa.

Lantas bagaimana bisa kita menyulam bangsa?

Adi Poernomo
syair malam

kau yang kini malam
sebelum angin mengurai awan
dari pendar hujan
ijinkan namamu kusisipkan
pada syair dan do’aku
agar lelap kau dalam Mimpimu

20-12-2014

Nur Gusti Azizah
Aku berkenalan dengan Cinta
Menyapa dengan sejuta bahagia
Lantas cinta itu berubah jadi nista
Aku rasa bukan cinta yang bermetafora
Nafsu yang menyaru
Menipu Sejak awal

Iya, aku lah si buta

Bogor, 20 Desember 2014

Muhammad Iqbal
kau dan aku terpisah karna ketidaktahuan. meski sebenarnya kau dan aku saling pandang. tapi kau dan aku selalu. selalu bersembunyi dibawah kain kerinduan. kau dan aku memanglah berbeda. tapi kau dan aku tercipta untuk hal sama. kau dan aku pastilah menjadi kita.

Galeh Pramudita Arianto
seringkali kau memeluk
tubuh
dibanyak muka romantika
yang kau tanam di lautan cita
dan diluapkan lewat duka
esoteris, begitu saja.

Celah-celah Langit, 20 Desember 2014.

Dewandaru Ibrahim
kusut
mungkin semua yang kusut
harus bertemu jarum
agar menjadi sutra
purwokerto19 desember 2014

M Alif Marufy
Pasca-

Hei, kau tahu berapa beda harga kata dalam puisi dan kata dalam komentar?
“Seluas luka, setipis mabuk, setebal persona, dan tiga cm waktu”

Hmm.. Cukup mahal, terlebih waktu yang dibutuhkan sebenarnya empat cm

Sartika Sari
aku simpan tubuhmu dalam puisi. riwayat duka dan tumpukan air mata sudah mengendap, menjadi rusuk, melilit paruku dengan sepi.
bicara saja tentang kota dan jalan-jalan yang menggelar puluhan paha tiap malam, jangan menyusun janji. almanak di kantung mataku semakin tua, menyimpan semua peluh dan degup jantungmu. menjelma darah, kamboja dan naenia. jangan berziarah lagi, Pa.

Niken Kinanti
mata pun bisa mengecup keabadian
tak ada lelaki memilih membuka pintu hatimu
pun jendela telah kau buka lebar melebihi kantong terigu
tak ada sesiapa berkumpul lalu menuntaskan rindu
mari meramaikan pertemuan demi pertemuan
seperti jelaga wajah dan jiwamu yang beku di almari es
kerlip bintang tak mampu terangi, betapa kesepiannya kau dihantam cinta oleh lelaki

17.20.20.12.14

Faiz Adittian
kau-aku sama
kita-merekapun tak beda
satu: cinta

Waffa Ruhul Bakkah
71, 72, 73 golongan kian nyata
melintang menutup mata
tak beraturan!
mengeja kesalahan, seolah kaulah Tuhan
mengapa garis-garis itu tak kau rapikan, dan
membentuk keindahan
agar kau layak menjadi manusia

Iwan S Adiwira .
a a
e r b a s u r a
m m a m
u u n u
k k e s
a a r e p i

Muhammad Badrun
Sayatan Dengki. Pagi tiba-tiba buta// saat dirimu diriku// tak menjadi manusia yang bisa melihat// seisi rumahmu rumahku. (Gubuk kecil, 20 Desember 2014)

Lukas Jono
Aneka galaksi di depan mata kita, ibu pertiwi sudah tahu dari dahulu. mengapa kita tidak oleh menjadi sebuah karya? Bila kita tenun pasti menjadi cakrawala baru di pelangi hati kita. Kita tak boleh hilang dari berbagai jenis muitara Sabang-Marauke.

Farra Yanuar
Kau selalu merasa tangguh, mengundang segala musim ke dalam dada. Matahari bersinar cukup lama, begitu juga kesepianmu. Hujan membenamkan paru-paru dan badai yang murka membelah jantungmu.”Akan ada yang mengikatnya kembali.” Katamu, mencari-cari pelita tuk hangatkan lara.

Di luar tubuhmu, aku kandil, yang semakin gigil.

Novia Rika
Tali Mati

tak terurai
bergelut kusut
ikatan yang kau sulam
pada tepi-tepi mimpi sunyi
hanyalah sepi dengan cara yang berisik,
tarik ulur kita
hanyalah cara untuk membunuh cinta

Melati Suryodarmo
yang ter sisa dari sebuah kematian

masih menanti dan menjemur diri di bawah matahari

semu sepi sendiri tanpa kaki dan hati

kerja kami sudah terhenti

jangan lupa ada api

(GG, 21 dec 2014)

An Fauhum LinNas
Kueja leliku jalan menuju Tuhan//hingga kutemui uraian debu dijalanan// debu yang seakan mampu menusuk diri// sedang diri mudah dipengaruhi// akan sebuah permainan yang semu ini //hingga akhirnya kurajut doa untuk berlabuh dalam kehidupan sesaat ini// meskipun terbelit hukum mati yang akan menimpa diri// namun diri teruslah berlabuh// hingga tak lagi menjumpai debu di jalan illahi .

Biolen Fernando Sinaga
GETAS/:mengantar sitor situmorang//Setelah lama ‘mentas/kini kau kembali getas/sudah tak mungkin lagi bersikeras//Kembalilah ke haribaan/jangan pernah ada alasan/bukankah kaurindu ketenangan??/Medan, akhir Desember 2014.

Waffa Ruhul Bakkah
GARIS
Pintalan-pintalan berantakan
Itu, membebaskanmu menyulam
Sejak dilahirkan dari rahim fajar
Hingga senja menabrak malam

Pramukti Adhi Bhakti
Sesuatu

Sayup-sayup kudengar erangannya
Masuk-keluar, masuk-keluar, tarik!
Masuk-keluar, masuk-keluar, cantik!

Ah sial! Apa yang kupikirkan?

Bonk Ava
SuaraMukah
Mengetuk sanubari
Sarung kupasang

22/12/2014

Dewandaru Ibrahim
Lekat

Kurajut helai helai puisi yang berantakan
Menjadikannya gaun
Agar kita tetap lekat selamanya

Purwokerto, 21 desember 2014

Abd Sofi
Kau musim hujan yang terus menaiki tubuh ku
degan sunyi ,degan senyap ,dengan sepi ,degan api,degan pedih.
melautlah segala purnama kedalan embun dikamarku dikamarmu.
tanpa megenalnya.

Yanwi Mudrikah
Garis pada kelopakmu

Lurus
Belok
: membentuk garis indah pada kelopakmu

230122014

Didik Siswantono
Rumitnya cinta adalah tema kita;
Tuhan memberi sebuah tembang.
Lantas kita menari,
dalam irama warna-warni.

Mencoba lupa dari segalanya.

Risti Danasmoro
Laba-laba jalang merayap di ujung tombak..
Bukan tajam pisaunya yang mematikan..
Melainkan senyum si jalang, yang menoreh di pucuk ancamannya..

Magelang, 23.12.2014

Novia Rika
apalagi yang kau minta
dari tubuhku yang luruh
polos,
telanjang,
seperti bukit yang terlalu sering didaki

pernahkah kau menusukkan jarum?
ke serat-serat kapas
mencipta selimut penghangat
untuk tubuhku yang lusuh

Risno Aj
KETIKA SETIAP WARNA SALING MENYAPA

ketika warna kau biru
Bukan berarti, kau dan aku tak bisa menyatu

Ketika kau berwarna merah bukan berarti, aku haru menyebabkan kau lari dariku

Ketika warnaku coklat bukan berarti, kau haruslah sepertiku

Ketika warnaku hitam bukan berarti bahwa aku tak mampu menyatukan kau biru, kau merah dan kau coklat.

Dan karena kita bersatu, dengan segala macam warna, maka, sudah sewajarnyalah yang lainya jatuh cinta kepada kita.

( cilacap,tanah tinggi 23 Desember 2014)

Andy Sri Wahyudi
ibu, aku punya kuda gagah berbulu merah jambu. kudaku bisa bicara dengan iblis dan malaikat.ia baik hati sperti oksigen.lihatlah bu, ia mloncat loncat di tubuhku.pernah suatu kali ia mnangis, saat mndengar ibu brnyanyi di tngah malam.katanya ia mndengar sebuah doa, agar anak anak setiap ibu tidak saling membunuh. lihatlah kuda merah jambuku ibu…keren kan? seperti hening.

Adittian Dika
o, nona // segala yang kukenakan // kini telah sobek bersama jejak nafas kita // dan kini, perkenankanlah dirimu untuk kembali merajut asa!

Melati Suryodarmo
Ruang gelap, tempat melarikan diri
Terhimpit kerumitan nan ringkih merebah
lepas keluhan lalu bergumul dalam tikungan
keraguan yang bodoh, kekosongan bohong
Lalu biru menajdi langit, kuning menjadi matahari, merah bunga
tanpa alasan menjadi warnanya

Mintarjo Narswatmojo
bening tak harus muncul dalam hening
ia lahir dari riuh perbedaan
ia eksis dalam riak kesoktahuan
tapi ia tidak terjebak di sana
ia merdeka semerdeka-merdekanya
tak tergerus riuh dan riak yang ada
ia tetap bening dan membeningkan

Tri Jengky
Bu…
Alangkah banyak puisi gombal untukmu
Tapi cintamu padaku tak pernah gombal

Bu…
Terimalah puisi gombalku ini
Agar tak pernah selesai kau mencintaiku

Bu…
Teriring semat ucap dariku “SELAMAT HARI IBU”

Dari anakmu yg tukang gombal

 

Ike
Jika sendiri bukan apa-apa
Jika sendiri bukan siapa-siapa
Mari temani aku
Mengantar selendang untuk ibu pertiwi

Ike Is
24.12.2014

Kurnia Hidayati
Akhirnya tiba waktu ini, waktu yang mengeram luka menahun ketika kepala dipaku takdir tepat di ubun-ubun.
Himpitan ini adalah kelindan resah, yang bersama-sama dalam luka dan tawa pasti akan pulang pada muasal tualang. Suatu hari nanti. Entah dalam rapi atau masai diri.

Tan Muda
Di gubuk reyot, diiringi angin semilir
aku, adalah tubuh yang terlantar
diperbatasan, aku mengantar maut
menjajakan tubuh lain

aku adalah bagian dari yang terbuang
aku tubuh yang dipenggal itu,
ditekuk, dibekuk, dilumpuhkan

aku adalah kerapuhan
indahku hanya di pandang

aku adalah tubuh rapuh, sedang melilit
menyatu, menjadi tubuhmu

Penulis dan Karya di Indonesian Poetry Battle on Facebook #4

Indonesian Poetry Battle on Facebook #4

photo courtesy of Melati Suryodarmo
photo courtesy of Melati Suryodarmo

Theme: “Menghapus Warna dari Makna” / “Erasing Colors of Meaning”

ilic’s challenge was to experiment and create a poem based on a photo snapped by Melati Suryodarmo, a performance artist. A closed-up photograph that renders the materials/object in front of camera lens look more powerful and detail.

There are several rolls of threads in the photo, rich with colors. There is no needle there. In the top of the threads, there is a pile of old papers banded traditionally. The objects are seemed to be materials in making hand made notebook. But there is no one from the floor writes about “hand made book binding/history of how the book was made/anything about books/human culture on book binding”.

ilic wants to know how the poet captures the beauty of the image, disregarding the word “threads”, “needle”, and any representative words that leads to a direct meaning to the object (first layered). Ilic demands the writers to think semiotically, instead of being entangled by the language representation that limits meaning.

The challenge aims to encourage the writers to interpret the picture, as/or to associate with the current issues on difference. It is also aimed to enrich the writers by using some new kinds of metaphors and personification around the materials in the image.

Curators:
Ugo Untoro (Visual Artist-Painter)
Sanie B Kuncoro (Novelist)
Sunlie Thomas Alexander (Author/Poet)
Dendi Madiya (Theater Director)
Sartika Dian Nuraini (Author)

Choosing:
Ibrahim Maulana Malik Fadlan
I tie that in my mind as to lament my hypocrisy
I hold tightly in your hand as to lament my sins
I roll my dignity as to lament humiliation
I roll my mouth to lament
I pile on top of the soul
I write an essay to lament the beads
I am low as there is no forgiveness for me
Lord purify your slave

Asni Furaida
chaos in your heart
i can read from the shadow of your eyes dear,
never mind
relax, a kite was broken
you can find another kite
that deserves you to fly with pride
it could
unravel like blossoms solar kiss in this morning.
magnificent.

Eddie EsEs
1. have you spoken centuries ago,
and echoed into every heart.
a praying mouth,
hands looking up the sky,
can you visit my room:
where i draw my faith

2. today the television have reported
about wounds
about forget
about prayer
about the origin of the word haram
about you god,
misused.

Dewi Mardiyana Sebayang
you’re a perfect metamorphosis
incarnating
dressing wounds
gaping
stretched
shut my bad
and said
you’re a groove that
i should always look after
its way

Linggar Rimbawati Puwrowardhoyo
in your body
i attach prayers

my lover
i sowed prayers on your feet since you were a toddler
on a piece of cotton fields, remember?
i wish you a great hurry
and be sheets of paper
to make a jacket or tunic
which hide me from the cold
bleak

2014

Ratuarti Laras
the woven heart of my mom

will be assembled from cotton
to accompany a mother
to fix a torn cloth
i befriend with blue

Abmi Handayani
‘por favor,
help me unravel,
this puzzler’
you say
which
appears
in the
past

Yudha Purwanto
one line of words, signs, meaning
delayed
piled on unresolved matter
solid colors
crumpled like a life

Sri S. Ning
redish
orange of twilight
termites, rooted
circumference, spread
convolution, dodging
convolute, your veins
you; die

Mochammad Asrori

1. etnogram

you should be a night watcher like a kite
space in across the country view
but the wind is shy
and the great fathers
were looking so pale
docked
in warehouse

2. adventure

hold my peak
don’t loose it
so i remain
can spell
way back
to the throne

2014

Herman Syahara
how many
season have you breathe

how far and desolate?

if you want to go back to the beginning of the word,
return
: a poem which is complete
waiting
faithfully

Alfin Luthviadi
Hatred
you keep in
a neat roll
are you hiding in a recesses laughter
and thousands of words tempting
a hug
is empty
quasi-nirvana
in its peak

Khumairoh
fine spun
in the cross road,
grabbing each other, twisting and writhing in silhouette
clamped in the shadow
passing over the road

Reky Arfal
Supposing
unravel the tangled threads
between the drizzly,
i want to forget you,
if it had to vent my overflowing pine
a glass of wine

Bob Martokoesoemo
do you remember what our children was made of?
it is natural that after weeping like a demon
he shed
(you immediately wonder) left the dead body
then decomposes,

convoluted,

subtle
but i’m getting choked
you’re choking and vomiting blood
this is a form of care
from a child to an abandoned parent

Aris Rahman Yusuf
coming home

fly me with a kite
take me home
illuminating

Eric Kroncong Protol
games for you

5 year old boy, came up to his mother
the remnants of drizzle wetting barren lands
suppleness hand
thrusts for her baby doll
cheap dolls made from the remnants of matted coils
and his mother whispered softly.
‘do not buy imported dolls,
we can make cheap dolls from these rolls.’

En Hidayat
a story of a naked king
the king exclaimed,
‘I’m wearing an invisible cloak!’

then we sing,
‘Oh, really. You are always true and it’s none of our business.’

Amiril Mueminin
i already know about
your old age
winding life
but not applicable
don’t you call

the tomb somewhere along the line

Lenny Mustapa
You asked if there is no eternal place
For my footsteps by your side
As if a dream is a promise to be paid
La, was my pullout a vague thing?
you hoard the blade
but nothing was moved
even when i go

Kinanthi Anggriani
a relief from the peak of cushion

a silver discoid foam flake, shutting your eyes
colored by the tears of sky, near your kiss, Nendra
swinging wickers at the end of the bed pillows
binding night, embroidering your snoring

on a giddy dream, you turn on a paid spirit
sneak in the wall, without a curtain door
entrust a blinking kiss, in the middle of my forehead

Anton Sulistyo
Blue Period
the light spit by the sun
but I got familiar only with the blue light
as sunny
sky of spring

because i always try to interpret your heart
which will turn to blue
whenever you are hit
by longing
like a painting of Picasso
in blue period

Vindy Putri
Penetrating Patterns

thinning fabric circled as a regular pivot,
like thin strands, life-like
exhausted
apart
at the center of her life
not the same, different
meaningful only when it’s barbed
penetrating pattern
it’s broken! ah, repeat! barbed,
penetrating pattern
die in the dust

Navida Suryadilaga
embroidering sense,
the verses of romance
missing is a sin,
sins are always beautiful

the taste of an embroidery ribbon,
ruptured eyelid, flowing tears
i was crumpled savoring my sin

Estria Solihatun Nurjannah
you’re too graceful to tangle
too messy to be unraveled
do you think all expressions should be yours?
if only you realize, that our romance is just a bland roll. you cant force me to answer, why your being messy had made me go

Ekohm Abiyasa
patchwork

along my body, the letters
stagger in the universe
the sky darkens
dashed shades
: so visual

together with the inherent sky
he grow up, walk, run, and fly
pursuing mother and father
where the warm place exist

Gustu Sinduputra
silk house with a dark alley.
i get my self stuck in an endless bond.
waving the boisterous silence
to be able to ask:
are you still at the other side?
waiting for the news: our currency
by and by
blind

Gembel Aceh
the vulnerable
raped by the finger
falsifies the silk gap
fill the corner of the world
if the symmetry is certainly beautiful
thank you for the strong caterpillar
you are too quiet
to be a resident of the earth!
sorry, all act
is the act of finger

Agustina Kusuma Dewi
DIALOGUE OF SILENCE

an asymmetry
matted entanglement
too complicated to unravel off
similar lines toward a vanishing point on the landscape of rainbow
connected and tied in Bacchus wine,
as grace as Gouda cheese
memories,
eternal mnemonic in secret: us. infinite.
so, let it be!

Tri Jengky
there is still hope in this anxiety
waiting for a rolling shift
urges chock, full of sweating body
limping me
only dusty gray
i’m afraid of ashes
then i kill
my time

Ivan Zulfan Hakim
fingers climbing, fathom by fathom
feet by feet,
and i’m not sure how many distance spanning. about the story
hope in the distant city,
scattered dream,
creeping the past.
Complicated.
when he crochet the prayer
at dawn
shed on the mat

Fanny Chotimah
Early morning

dislodged teeth
paralyzing memory
waving the handkerchief
dropping coins

Alburhan Ash-Siddiq
“Let me awake tonight to fix the pocket pant, which is torn by time. though I never give you money, let it filled with love and smile from me each time, as a provision for your future.” said my mother as she kissed my forehead. tomorrow morning I will go to school armed with love and smiles from my mother.

Abu Nabil Wibisana
Cloth from Mother’s Memory

/ 1 /

in the beginning of the word. a single fruit in hand, unfinished. suddenly my mother got naked. no screaming, just a pair of anxious eye when i saw how quick have the sins spread over, offspring.

/ 2 /
on the porch, mother weaved the memories. lace and silk scrolls had become a story of the jungle and trees with tendrils made up from lights. i heard it said, “Sin is, boy, snake venom. deadly poison, but not without the antidote.”

Haris Gupon
don’t talk only
let’s do

because the better the poem the more it lies

Ida Fitriyati Yuzmanah
this is us,
who talk to each
other in a dialogue
hi, a…..not my lover
because we love one another
in a bond which is…….not

Syifa Khumairah
complex

i want to anchor
in your dock
but you hide
you and me:
getting rolled in a story
that touch

Dewandaru Ibrahim
tangled
perhaps all the tangles
must meet the needle
to be silk

Dhini Aprilio
Me, You, They

we discuss about some viewpoints
bargaining and debating while snorting
muzzling
we forget about diversity
forget to manage
and receive all sorts.

so how can we embroider a nation?

M alif Marufy
post

hey, you know what the price is the difference between words in poetry and words in the comments?
“covering the wound,
as thin as drunken,
as thick as persona, and three centimeters of time”

hmm… quite expensive,
especially when it takes four cm actually

Sartika Sari
i keep your body in poetry. history of sorrow and a pile of tears have been sedimented, into ribs, twisting my lungs with silence.
just talk about the city and the streets, held by dozens thighs every night, do not arrange an appointment. almanac in my eyes getting older, keep all the sweat and the beat of your heart. incarnate as blood, frangipani and naenia.
do not make any pilgrimage, Pa.

Niken Kinanti
this eye can kiss immortality
no man chose to open the door of your heart
also have you open the window wider than a bag of flour
no one
gathered for paying the longing
let us enliven meetings
like a frozen face and soul in the cupboard
the light of flickering stars unable to hit my eyes
how lonely you were
hit by a man in love

Atikah Zata Amani
mejikuhibiniu.
A kite fly to you.
Embrace for you.
For you also a piece of meat in a plate.
Moving fast in a pack.
mejikuhibiniu.
You were born beautiful.
The world cheered up for you.
Like a caterpillar.
Ready to fly.

Iwan S Adiwira .
a a
e r b a s u r a
m m a m
u u n u
k k e s
a a r e p

Muhammad Badrun
incision envy.
morning suddenly becomes early
when you and i
become a no man
who can see
all you fill in your home my home

Farra Yanuar
You always feel strong, inviting all season into your chest. The sun shines long enough, so is loneliness. The rain immersed your lungs and heart, splitting storm’s wrath. “There would be someone who is willing to tie it back.” You said, looking for the lamp to warm your wound.

outside your body, i am a candlestick,
creeping more.

Melati Suryodarmo
what is it, the leftover of a death

still waiting
under the sun
a lonely without legs and heart
our job is over
don’t forget there is still
a fire

Pramukti Adhi Bhakti
Something

I heard a faint groan
In and out, in and out, drag!
In and out, in and out, beautiful!

Ah shit! What was I thinking?

Dewandaru Ibrahim
Gluey

weaving strands
messy strands of poetry
making dresses from that
for us to stay glued forever

Yanwi Mudrikah
a line on your eye

straight
turned
: forming a beautiful line
in your sugar town

Didik Siswantono
complexity of love is our theme;
god gives us a song
so we could dance,
the colorful rhythm.

trying to forget everything.

Novia Rika
what else do you want
from my exuviate body
plain,
naked,
like a hill that was climbed too often

have you ever thrust a needle?
to the cotton fibers
creating a warm blanket
to warm my shabby body

Risno Aj
when every colors greet each other

when you’re blue
doesn’t mean that you and i cannot unite

when you’re red
doesn’t mean that i’m touched causing you to run from me

when my color is brown
doesn’t mean you should be like me

when my color is black
doesn’t mean that i am unable to reconcile you’re being blue, red and brown.

and because we are united, with all sorts of colors,
then, it’s ok
that the others fall in love with us.

Andy Sri Wahyudi
mom, I have a dashing pink fluffy horse. my horse could talk with the devil and angel. he is kind just like oxigent. look mom, he jumps in to my body. once he cries, when my mother sings a song in the middle of the night. He says, he listens to a prayer, so that every child don’t kill each other. look at my pinky horse mom … cool right? like a silence.

Adittian Dika
o, lady
everything has now torn along the trace of our breath
and now, allow yourself
to knit it again

Tan muda
in a rickety shack, accompanied by the breeze
i, is a displaced body
in the border, the death is coming near
peddle on another body

i am part of the waste
i am a decapitated body,
bent, arrested, disabled

i am fragile
my beautiful only in view

I am a fragile body, being wrapped around
fused, into your body

Chosen by Likers and Netizens:
1. Kinanthi Anggraini
2. Navida Suryadilaga
3. Asni Furaida

Poetry of The Week:

Abu Nabil Wibisana
Cloth from Mother’s Memory

/ 1 /

in the beginning of the word. a single fruit in hand, unfinished. suddenly my mother got naked. no screaming, just a pair of anxious eye when i saw how quick have the sins spread over, offspring.

/ 2 /
on the porch, mother weaved the memories. lace and silk scrolls had become a story of the jungle and trees with tendrils made up from lights. i heard it said, “Sin is, boy, snake venom. deadly poison, but not without the antidote.”

Indonesian Poetry Battle on Facebook #4

Penulis dan Karya di Indonesian Poetry Battle 3

12-18 Desember 2014

Kurator:

Acep Zamzam Noor (Penyair)

Melati Suryodarmo (Seniman Performance)

Puitri Hati Ningsih (Penyair)

Fia Meta Gabriela (Perupa)

Tiffany Robyn (Kritikus Teater)

 

Penulis dan Karya:

Noer Listanto Alfarizi
Mencuri sepi
Melacurkan mata ke dalam cermin
Puisi-puisi menitik pada wastafel yang terkunci sunyi
December 12 at 5:32pm

Noor H. Dee
Di tempat inilah kita pernah berkisah
tentang surga yang telah lama usang
terasing bersama debu-debu yang menempel di gedung-gedung kota.

Aku ingin kita terus di sini, ujarmu.
December 12 at 5:39pm

Reky Arfal
Dari luar toilet terhidu bau busuk. Pintu terkunci. Pintu digedor. Lalu tampak seorang tua, menatap kaca–meraba kering muka~
December 12 at 5:43pm

Sartika Sari
diam-diam, kita tumpahkan kenangan
di tempat paling rahasia dari keramaian
kau lucuti tubuhku dengan pertanyaan
aku taburkan cemburu di bibirmu yang kusam
kita beradu dendam dan kesetiaan
December 12 at 5:49pm

Navida Suryadilaga
Aku bercumbu di balik tembok-tembok keramik dingin
Desir khawatir
Yang mengalir di gelombang air
Berbisik desahan nafas yang tak beraturan
Dan juga angan yang berantakan
December 13 at 5:27pm

Riskha Pratiwi Canzui
Masihkah kau ingat kain yang dulu pernah kuabalutkan padamu,
Aroma tubuhmu yg masih melekat pada dinding kamar mandiku
Pasta gigi yang kau tuangkan dalam wastafel..
Kini hanya tinggal goresan sembilu pada mesin cuci itu anakku
December 12 at 6:07pm

Akhsane Taqweens
CERMIN 12

Kita tidak pernah meminta
siapa yang lebih dulu menatap mata
tidak ada yang dipersalahkan siapa yang mengetuk ritus gelisah.
Mimik muka purnama
lamat diam kita saling pandang
selalu menatap tanpa waktu yang direncanakan.
Kita terperangkap dalam tatapan, seakan teluh dendam.
Siapa kau
tak jua pergi dari
licau tatap bundar
korneaku?

(2014)
December 12 at 6:08pm

Yudha Purwanto
Mungkin ini terlalu indah merayap aku untuk terduduk. Cuma rokok dan khayal cukuplah …. Mampu alirkan penat, dekap, pekat, sekat, hikayat, dan tirakat. Dalam erang hajat setelah itu tunai kembali pada ramainya hasrat….
December 12 at 6:17pm
Ekohm Abiyasa

tubuhku terbungkus rindu asing

pada senyap mata kaca terkeping

jiwaku terbalut kalut

pada sepi yang paling

pyar!
December 12 at 6:23pm

Subaidi Pratama
diam-diam ia mencuci kening dan wajahnya. di sebuah ruang udara mengintip di balik jendela. ruang pemandian yang tak mampu kuterjemahkan. sebelum berwudu’ menemui Tuhan.
December 12 at 6:42pm

Poltergeist Suesser
LOBANG ITU…

Menganga tak berdaya
terima tak terbalas
terpercik kencing pesing pening
kau datang dan pergi
dalam lobang itu…
puas melepas, duduk berdiri
hei kau jangan lagi-lagi kesini
Jika sekelumit pun tak kau mengerti.
Kalau ku tiada entah karena tua atau
karena apa …
tinggalkan ludah untuk dicaci.

Adakah alasan bagimu untuk bebaskan…
Bebaskan aku dari ini…
ku pikir tidak, untuk melihat lebih dekatpun kau tak mau
hanya segelintir yang melakukan itu…
dan aku pun tahu itu

disudut Toilet, 30.11.2014
December 12 at 6:46pm

Biolen Fernando Sinaga
putihmu putih, namun ketahuilah, biru atau kuninga takkan menodai warnamu. dengan itulah kau bergelar sempurna.
December 12 at 6:50pm
Biolen Fernando Sinaga
kau mungkin buang hajat, dia buang daki baju,kalian akan saling terganggu, atau saling terbantu,sebab benci adalah rindu.
December 12 at 6:53pm

Aris Rahman Yusuf
RUANG INI

Di ruang ini luka-luka terbaca
Muka-muka terbelah di kaca
Kisah-kisah yang paling purna
Kembali tereja
Dosa pecah

Mojokerto, 13122014
December 12 at 6:54pm

Prabu Sukarno Putra Putra
AKHIR PERJALANAN

disini …..
akhir dari semuanya!!

jadi betapa naifnya kerakusan…
karena hanya kotoran yg terbuang!
atau…kau akan kembali mengambilnya?!
pbg13122014
December 12 at 7:17pm

Nimas Ayu Rheog
~TESTIM0NI KAMAR MANDI

Duh, Sang Puisi mati di kamar mandi.
Jasadnya tak ditemukan lg !
Astaga, mungkin ikut tersiram karna lahirnya si taii.
Jd, kami hrus brsuci?
Dngan apa?
Mesin cuci?
Ah, bukan! Dengan puisi
lg.
December 12 at 7:17pm

Poltergeist Suesser
Lobang Kunci

langkahku terhenti di dipintu itu
Krak…tertelanjangi ku simak
sejenak sepi, obrolan itu terhenti

Pyar ku pcahkan kaca itu
Ahh ku pandang
tubuh berulang, separo tak lengkap
jress…darah mengalir
Hai..setidaknya aku mewarnaimu
„Semua jadi lebih indahkan?“ tanyaku …
setidaknya kau tak lagi pasi…

langkah tinggalkan bekas
mengintip di lobang kunci
Ku longok…adakah kaca itu mengumpat padaku?
Ataukah kalian turut menghakimiku?

Ribuan tanya berlarian, adakah aku bisa mengembalikanmu?

DE,12.12.14
December 12 at 7:25pm

Khair Lazuardi
Biasanya di tembok-tembok itu tertulis kita
Tapi cermin merujuk sepi
Di dingin ruang, di putih sudut
Sebuah kenang terbuang
Bersama najis dan pusara air

(2014)
December 12 at 7:40pm

Nimas Ayu Rheog
MIMIKRI SABUN CUCI

glembung.glembung
menguap,
mengunci puisi demi puisi.
Dari peras otak dan daki intuisi.
Semua tumpah di mesin cuci reinkarnasi,
kamar mandi.
Ssstt… !
Ini kamar mandi !
Tmpat lair taii,
bukan puisi !
Pergi !!!
Karna puisi akan mati dsni !
Yang ada hnya SABUN CUCI.
# sekartaji
December 12 at 8:16pm

Satriawan Deni
Putih itu suci.
Suci itu bersih.
Bersih itu baik.
Kumasuki tempat bersih2mu.
Ku tahu kau putih.
December 12 at 8:42pm

Sri Neneng
Diriku kamar mandi. Penuh noda, usang hati. Ragu, lagu rinduku. Bimbang bergelayut. Resah menggelandang. Ini kabut dari jiwaku. Pergi seluruh pada pemilik ruh. #srineneng
December 12 at 8:56pm

Husen Ali
Dinamika politik kamar mandi

Pilkada langsung atau perwakilan kini menjadi dinamika politik.
Orang berubah pikiran karena ketertarikan
Keberpihakan menjadi permainan
Inkonsistensi menjadi basa basi
Orang-orang berkhayal di kamar mandi
December 12 at 9:09pm

Dedari Rsia
Air mengalirkan aib hidup/
Di ruang tanpa warna/
Berserak membentuk bayangan / sunyi
December 12 at 10:06pm

Prabu Sukarno Putra Putra
TIFFANY INGKAR JANJI

Tiffany jika kau politisi
silahkan kau menari dg gaya apapun yg kau suka!
tapi kalau kau kurator
masa tidak tahu aturan main?
aturan yang kalian bikin sendiri
bahwa maksimal 5 baris
loh biarpun kau anggap bagus
bila menyalahi aturan yg jangan kasih like donk! kecuali diluar kurator ya bebas2 saja like
masalahnya bikin 5 baris itu sulit
hargai donk yg sudah berusaha
jangan niat baik dari sartika dan kawan2 jadi tidak bermakna!!
Tiffany ini negri sudah terlalu banyak penyimpangan…haruskah puisipun seperti itu?! bagi saya puisi tidak dilike tidak saya urus karena memang puisi saya jelek jd bukan karena iri ah
December 12 at 10:25pm

Hari Nugroho Sugiharto
Tubuh ini penuh debu
Penuh sampah
Bersihkan saja semua
Dalam kamar mandi kecil mungil
Lengkap dgn peralatannya
December 12 at 10:41pm

Slamet Riyadi Sabrawi

KUN!

Di kamar man
di Di dan Si
Main kan I
kan
mu. Kun!
December 12 at 10:46pm

Afrilia Utami –
Manuskrip Kamar Mandi

air terus mengalir, tubuhnya basah.
bathinnya juga. pikiran-pikirannya kehilangan sendinya.
langit dibenam ke dalam bak, mengucurkan darah, bukan air.
mengucurkan penderitaan manusia, kehilangan yang dikasih,
jual-beli kehidupan dijadikan modal untuk melelang harapan.

( turut mengundang para kurator IPBOF minggu ini : Acep Zamzam Noor, Melati Suryodarmoo , Fia Meta Gabriela , Puitri Hati Ningsih, Tiffany Robyn, Sartika Dian Nuraini) 🙂
December 12 at 11:10pm

Herman Syahara

PUTIH

telah kularung
segenap warna
ke muara di toilet

hanya tersisa putih
: dosa terakhir itu!
December 12 at 11:30pm

Kie Guevara
Putih itu duka

Putih itu bersih,Belum tentu jika kao kotori dengan jingga, terkadang air mata/
Putih itu indah,Belum tentu jika berjuta juta kekasihmu masih harus berjuang dengan nestafa/
Putih itu mewah, teramat mewah untuk sebait puisi di pagi buta/
Putih itu kematian untuk jiwa yang tak punya rasa/
Putih itu virus penyebar jarak antara keindahan dan logika luka/

(141204 *gerimis pagi desember)
December 13 at 12:10am

Amiril Mueminin

//kenalkan, namaku puisi// aku lahir bersamanya/ saat ibuku mengejang hebat/ aku berumurpanjang dan bersamamu/ ia dilenyapkan atas nama adat/ saudariku, takdir memang kejam!
December 13 at 12:04am

Damar Anggara
PERSINGGAHAN

di dalammu
segala kekotoran lenyap
kecuali hati
dan ruh!

demak
2014
December 13 at 12:51am

Yustinus Popo
Membacamu, adalah kebusukan,
Melihatmu, adalah projek keserakahan.
Gedung itu utk melayani suara rakyat
Bukan utk berak.
December 13 at 12:55am

Lasinta Ari Nendra Wibawa
RINDUKU WASTAFEL

rinduku wastafel menunggu kucuran air kran, usai handuk-tisu memilih putus asa untuk dibasuhkan. serupa darah perawan yang tak kalis di rahim mesin cuci, berapa kali aku jatuh hati padamu, kinanthi. sementara cinta itu serupa perhatian makanan, tak musnah dengan nongkrong di atas toilet dudukan. telanjur ia meresap dalam aliran darah ini, sebagaimana cermin nihil menjauhi ritus refleksi
December 13 at 1:48am

Abu Nabil Wibisana

Sekilas Kisah tentang Bagaimana Puisi Dibilas

Kita lihat panorama hari itu: arsitektur kamar mandi tempat Malna membilas puisi. Di antara bau bensin dari siaran televisi dan aroma cemara karbol suci hama, tubuh bahasa terendam dalam genangan sabun serupa cucian kotor suatu pagi. Jika hari Selasa terbuat dari tepung terigu, malam Minggu barangkali terlahir dari tanya sumir: cermin di dinding, puisi siapa yang paling putih, puisi siapa yang paling bersih—puisi siapa yang paling sedih?

(Fataluli, 2014)
December 13 at 1:46am

Ida Iswari Icksanhadi

MATI RASA

Mestinya tak kau bawa ku ke sini
Bagaimana mungkin ku sanggup melepas hasrat
Semuanya terasa asing
dngin dan bisu
Membuatku mati rasa
December 13 at 12:16pm
Faradiena Yulizar
hanya membisu
menjamah segala rupa yang ada
December 13 at 2:33am

Gustu Sinduputra

dari.mana.aku.mulai!
membasuh.wajah
membuang.hajat
mencuci.diri
ahhh.telanjang.saja.hidupkan.shower
hingga.hanyut.debu.dunia.yang.melulur.tubuh
December 13 at 2:48am

Agustina Kusuma Dewi
CATASTROPHE VIRGIN

Berapa banyak sperma yang kau keluarkan ke setiap sudut kamar mandi, ketika tak ada Tuhan di antara kita?

Malaikat Maut berdansa dalam akselerando deru derak mesin cuci dan flushing toilet

Kita bersembunyi dari semesta, mereka-reka tanda baca sendiri

Menerjemahkan bagaimana cara menjadi bahagia tanpa harus terluka

AKDI | @inabicara | 13.12.14
December 13 at 2:53am

Lukas Jono

Roman
December 13 at 2:59am
Wisnu Wihadi
Ah, ini sih sudah menjadi standart keluarga muda/ mereka bahkan telah lupa/ tatkala berak di WC terpanjang didunia/ atau mencuci disungai pinggiran desa…….
December 13 at 3:27am
Didik Siswantono
Begitulah adanya manusia;
kotor lagi, mandi lagi, rapi lagi.

Keluar untuk berlibur dalam kepura-puraan.
Sepanjang hari.
Sebelum mati.

@didik_sis
December 13 at 3:53am

Naning Susiarti
Merasa ..tak tertahankan lagi
Hasrat ingin melepas..
Membuat lepas ..
Kotoran..
Mensucikan aroma ..
December 13 at 4:09am

 Eric Keroncong Protol

Tanpa Merasa
@eric_Keroncong

Tangan-tangan jail
Meraih, membuang, memakai, tanpa merasa dalam kasat mata
Aku di buang dengan seenaknya
Saat aku kering meronta, tanpa merasa bersalah, kau melupakanku, Air
December 13 at 4:22am

Kartina Suryani
Hitam Putihku

Dunia Aku datang berbalut hitam
Meliuk, mendesah
Kebencian, kepahitan
Ku basuh dengan tetes air
Aku keluar dengan kebahagian dan kesucian
December 13 at 4:23am

Dewi Mardiyana Sebayang
di sinilah muara persetubuhan kata-kata kita, membilas metafora yang terlanjur melekat, sebelum sempat membatu menjadi daki-daki berkarat, sisa percumbuan sajak semalam
December 13 at 4:40am
Ike

Putihmu melatari hitamku
Baju-baju tanggal
Topeng-topeng luntur
Disini… ditempat ini
13 Desember 2014

Sri S. Ningsih

Rerak Guratan Kedinginan

kau adalah putih-dinginnya sembilu
diam-diam mengaum, teriak-bebas membisu
kau telanjangi keterbisingan dunia semu
mengekor pada jengkal lorong tempias peristiwa
hingga seluruh masa, mati pada lengangnya udara
December 13 at 5:35am

Mar’atus Sholikhah

Kamar Mandi

(I)
bilik ekspresi
renung menguar diri
imajinasi

(II)
basuh tubuh segala kumuh
diri mengemban suci

It,
Surabaya, 13 Desember 2014
December 13 at 6:32am

Iwan S Adiwira

PENYAIR TOILET

Aku paling senang di WC
Bisa duduk melamun
Atau sembari bikin sajak
Wastafel
December 13 at 6:45am

Wardjito Soeharso
THE TOILET SYNDROME

Kalau hanya di luar
Tutup hidung, bau!
Kalau sudah di dalam
Berlama-lama, menikmati!
Begitu pun ceritanya, tentang korupsi!
December 13 at 7:28am
En Hidayat
DI RUANG SESEMPIT INI; DAN SEBATANG ROKOK

kaupun bebas melukiskan seluruh isi dunia
dari cinta sampai lara
dari rayu sampai sumpah serapah
seperti perut yang bebas kau isi apa saja

dalam waktu yang sempit
jangan lupa kau siram !
December 13 at 7:56am

Nosa Normanda
Di Kota Ini Kita Tidak Pernah Mandi Sendiri

Lampu PLN, Air Keran
Wastafel, Toilet, Bak mandi
American Standard, Toto

Ada sidik jari tukang bangunan di dinding marmer

Di kota ini, bahkan kita tidak bisa mandi sendiri
Kenapa masih merasa sepi?
December 13 at 8:04am

Atikah Zata Amani
kamu mandi
nona mandi
si buyung mandi
tetapi
kamar “tidak” mandi
December 13 at 8:06am

Aswatun Hassannah

Peraduan Pagi

Kau selalu diburu insani
December 13 at 8:09am
Aswatun Hassannah Peraduan Pagi

Kau selalu diburu insani
Membuang sampah metabolisme malam
Di pagi hari,
Selalu bercumbu dengan putihnya dinding
Berkaca pada cermin yang selalu menyapa pada raga
Sudahkah kau mensucikan jiwa dari usangnya dunia

Purwokerto , 13 Desember 2014

Anton Sulistyo
DI KAMAR MANDI
Di kamar mandi selalu kulihat seorang lelaki
yang ingin memasuki dunia sunyi di
dalam cermin
Di mana ada masa lalu dan masa depan
yang dapat dilipat menjadi surga saat ini
Di kloset yang tertutup kadang masih tercium bau
sampah kenangan. Tak hilang-hilang juga
Tak habis-habis juga.-
December 13 at 8:22am

An Fauhum LinNas
Tatkala shower menyanyi
Sabun seakan menari-nari
Menyetubuhi raga ini
Hingga kembali suci

Purwokerto,13 Desember 2014

Bonk Ava
Bahkan waktu tak mampu
Menghitung puisi
Kulahirkan dalam kloset

13/12/2014
December 13 at 9:12am
Nur Gusti Azizah

Kata ibu jangan berlama-lama disana
Disana tempat dimana tidak boleh kau rapalkan doa
Apalagi menyebut asma
Aku mulai meraba
Di sudut kamar mandi sebelah mana, dimensi gaib itu ada
Bersekutu, berseteru, lalu mengajak ku untuk ikut bersatu
Aku tak mau, Karena nasehat Ibu adalah segalanya bagiku

Utikrad
13-12-14
December 13 at 11:28am
Dian Rachmaniadua
TERKEPUNG

Tubuhku derit toilet, nafasku kumparan mesin.
Aku – kau satu masa, ditunggangi kangen.
Senyummu hening, kugantung di tiang kapstok.
Aduh…wastafel mati!

Kecipak air mengerang ngeri.
Menyanyikan solilokui pasta gigi.

Menghabiskan tiga jam di sini
Wajahmu melayang – layang kian kemari.

(DR. Bandung, 13/12/20014).
December 13 at 9:47am
Hanafi Muhammad
MELIPAT PISPOT
Waktu melengkung malas
Menulis tanggal di kulit pipa
Mendengar usia mencakar langit kamar
Ibuku pipa yang membuat puisi
Selalu tentang sederhananya kefanaan
Ayah…bukan yang lain
Selalu bagian melipat pispot.
December 13 at 10:47am
Andy Sri Wahyudi
sebuah potret yang bajingan!
December 13 at 10:55am
Petrus Cannisius

Sssttt…! | Apa kau pernah malu? | Kau tanggalkan semua pakaian kepalsuanmu hanya di sini | Apa kau pernah mengabaikan? | Kau tinggalkan semua kepentinganmu hanya di sini | Seterhormat dan sepenting siapapun kau.. | Solo, 13/12/14
December 13 at 10:58am
Abmi Handayani
kecuali bunga
yang asyik berkaca itu
segalanya mati
ti.
December 13 at 11:35am
Rizki Andriani
Duniamu
Wahai pembersih muka
Sendiri bukan berarti kau tak berarti
Walau kau tak bersama yang lain
Sampo, pasta dan sikat gigi
Bukan masalah berarti

Semua hal di muka bumi
Pastilah punya arti tersendiri
Tak peduli dimana dirimu
Bersama siapakah dirimu

Satu hal yang ku pesan
Buatlah berarti keberadaanmu di dunia ini
Wahai
yang sendiri
December 13 at 11:51am
Gesti Veronika
ialah desember asing
Ketika bisik memantul pada dinding pasi dan lantai segi
Kenangan tercecer satu per satu
dalam senyap membasuh rindu yang pekat
December 13 at 11:59am
Tri Jengky

KATARSIS

Segala noda
Segala dosa
Terpendam dalam lubang
Mengalir lalu bersemayam
Walau busuk tertinggal lalu pergi lagi

Segala noda
Segala dosa
Terhapus sementara
Raga pikir dan pembungkus tubuh ini kembali bersih
December 13 at 12:08pm
Citra Sasmita

Kau.
Kau.tidakmenulispuisitapikauberak!
December 13 at 12:09pm
Ratu’Archy Laraz
Sanitasi biru

Bebek, angsa, sistem pembuangan
Lega di atasnya
Dicari setengah mati
December 13 at 1:08pm
Faiz Adittian
Izinkan aku

Izinkanlah aku
Sekali ini saja
Untuk mandi
Agar aku pantas disebut manusia

Gubug Kecil, Desember 2014
December 13 at 2:29pm
Saraph Versi Nurinoer
Dinding lantai tanpa suara tau segalanya
Ia tau dunia burukmu, ia tau dunia lain dari sosokmu
Disini kamu akan nyaman, takperlu sungkan, bisiknya
Silahkan masuk, ajaknya
December 13 at 7:49pm
Ahmad Farid Tuasikal 
KAMAR MANDI MEDITASI

akan aku goreskan suara sunyi, dibalalik pintu kamar mandi, ada keraguan kata, hingga bertuliskan dengan sepatahpatah, kata.
December 14 at 2:12am
Galeh Pramudita Arianto
SURGA MANDI
semalaman suci mencari inspirasi, ingin bertemu bidadari
hari itu
suci putuskan ke kamar mandi
ternyata ia menemukan surga mini
yang terkubur di dasar lantai kamar mandi.

(Des, 2014)
@galehpramdianto
December 14 at 2:29am
Farra Yanuar

Tuhan di Kamar Mandi

Di kamar mandi, aku menjadi sebenarnya diri. Tak ada rupa yang sembunyi,gawai pun rela bunuh diri.

Tuhan terus bergerak di urat nadi
December 14 at 2:43am
Syifa Khumairah

mukaku di kloset kamar mandi

titik hitam muncul di pipi yang merah
bau menyengat keluar dari pori-pori kulit lembut

menjadi keruh dan kotor ; mukaku tercermin di kloset kamar mandi

gubug kecil, 141214
December 14 at 3:28am
Epiest Gee

Kamar mandi dan segala isinya.
Membawaku pada tempat kenangan bersarang.
December 14 at 3:33am
Ratna Ayu Budhiarti

AKU SUDAH TELANJANG, TAPI INI TUBUH SIAPA?

Ini wajah siapa? Berkali mematut di cermin masih saja asing.
Ini berak apa? segala penat segala mimpi pekat kubilas berulang.
Kusikat segala noda, kubasuh senyum di wajah yang sama.
Ini tubuh siapa?

#RAB, 14122014
December 14 at 6:24am
Sumaiyah Rafi
Aloneness
By: Sumaiyah Rafi
Everytime the demons hit hard,
The world stop being good,
Waiting for the rendezvous to let go,
Until thee, white tiles showed up,
And flood of tears finally flow.
December 14 at 5:31am
Prabu Sukarno Putra Putra

KOBAR!!(buat para kuraPtor)

PARA PENYAIR PUNYA GAWE
TAK PEDULI TANPA ISI…
AKU SENANG KAU BERKUMPUL DISINI…..AKAN AKU SIRAM AGAR HILANG BERSAMA TAHIKUUU..!
December 14 at 7:10am
Pramukti Adhi Bhakti
Arogansi kata
Seakan ia milikmu semata
Biarkanlah menjadi dirinya
Mengalir menuju luasnya samudra
Dan menemukan dunianya
December 14 at 8:20am
Nailur RizQi
mata cekung penuh lesu…
tampak begitu di cerminmu
beriring aroma pesing seakan tau lagu sendu untuk wajah itu.. wajah yang lelah dengan segala kepalsuan para atasan..
brukk… persetan bau persetan jorok…
seperti biasa tersungkur duduk meratap di pojok
terasingkan.
December 14 at 9:08am
M Alif Marufy

Flush

Kat! Terima kasih posenya ya!
Ya, .. Sip,.. Ok,, *angguk* (idem),..
Tentoe, bersihnja kami demi Sang Poetri
Lalu, selanjutnya apa tugas mereka min?
Seharusnya berbagi siram sih, kalau tidak…… Sang Poetri Karam
December 14 at 9:51am
Faiz Adittian

setelah hujan di kamar itu
membasahi tubuhku hingga kuyup
akupun menjelma sebagai manusia
yang keluar dari balik kaca
December 14 at 12:55pm
Estria Solihatun Nurjannah

Hadirkan Adam ku dari dalam kloset saja, tuhan ! . Agar mudah kurengkuh tanpa rikuh. Agar cinta bersua tanpa baku, Agar tanpa ursula diluar tau
December 15 at 1:01am
En Hidayat
RAHASIA

betapa banyak puisi kulahirkan
dari ruangan ini !
December 15 at 12:48am
Linggar Rimbawati Puwrowardhoyo

Ingatan Pada Sebuah Kamar

pada dinding itu kusembunyikan sebuah ingatan
:wajahmu, deru nafasku, dan ciumam diam-diam

ada yang tak boleh terjadi dua kali
:sebuah pertemuan rahasia
di toilet
hasrat di atas kloset

2014
December 15 at 2:03am
Yaz Galih

Berhenti saja.
Cinta tak sebatas toilet, sayang..
Kembalilah pada istrimu,
Seperti juga aku kembali pada istriku.

*eeh
December 15 at 2:29am
Waffa Ruhul Bakkah

CERMIN

Tamu itu terus berlalu
Ucapanku; lantai mengkilap, rumah yang
Tak berdebu, tak menarik hatinya
Tatapnya tajam pada ruang yang selalu terasing
Disana; hitam putihku

15/12/2014. Desta
December 15 at 5:10am
Waffa Ruhul Bakkah

BATH ROOM IS BED ROOM

Kau yang dulu muntah mencium bau darinya, dan
Berkoar memberantas
Nyaman merebah
Diatas empuk lembar ratusan,
Melupakan
December 15 at 7:29am
En Hidayat
PAGI, DI TOILET

jangan memanggilku
didalam sedang bercengkerama socrates, plato, rodin, lenin, dalai lama, goethe, hegel, hewkings, …

hai osama, jaga pintu !!!
December 15 at 8:49am
Dhini Aprilio
Haiku

Gelombang putih
Kami menjadi saksi
Jejak langkahmu
..
December 15 at 8:56am
Bonk Ava
Aku menunggu Dion di antara keramik, tisu, mesin cuci, wastafel, kaca, tempat sampah. Lalu dia mengambang di kloset, kulenyapkan wajahnya dari benakku.

16/12/2014
December 15 at 9:33pm
Iwan S Adiwira

Aku berceritera tentang segala
Menerka siapakah yang datang padamu

Saat telanjang sepi, kau kembali bergemuruh
Lalu mericik kelam rindu, kembara di dalam pipa

Dendamlah! dendamlah! pada sampah yang menyumbat

Bekasi
December 16 at 2:11am
Triyogo Moelyo Adhi
putih adalah kesederhanaan , kesederhanaan yang bermakna bersih. demikian juga kamu , memberi semangat pagiku berakngkat menyambut kehidupan …. SEG … terima kasih putihku
December 16 at 8:14am
Mintarjo Narswatmojo
cermin menangkap bayangan pagi yang terluka
wajahnya muram meringkuk di balik senja
malu ia pada semesta
malu ia pada dirinya
guratan di wajahnya membesar saja
December 16 at 8:39am
Eddie Hara
…haiku

haimu

hi there

goodmorning,

my clean toilet!

December 16 at 10:04am
Kurnia Hidayati

Kendati kami tersisih dari yang lain, di sudut rumah ini. Kesunyian terperam dalam-dalam. Tapi, ada kalanya kami riuh merengkuh tubuh, menadah segala ingin yang tak kuasa dibahasakan kata-kata.
December 16 at 2:12pm
Didik Siswantono Aku akan menjadi sabun di kamar mandi,
ketika semua orang suka bau wangi.
December 16 at 3:02pm
Yanwi Mudrikah Katasfora cinta

Telanjang diri
Telanjang hati
Metafora cinta
December 16 at 3:29pm
Yanwi Mudrikah Di kamar mandi

Basah kuyup dalam polah
Dini hari
Di kamar mandi

Darmakradenan, Desember 2014
December 16 at 3:38pm
Dewandaru Ibrahim
Bilik Merenung

Pertapa bertapa dengan khidmat
sementara akalnya ia biarkan liar Berzinaan dengan perasaannya berulang kali
Hingga beranak sajak
Di bilik kotak

purwokerto, 17 desember 2014
December 17 at 4:26am
Atikah Zata Amani
Bukan kah kita sudah bertelanjang bulat disana.
Lalu gengsi apa lagi yang kau sembunyikan.
December 17 at 4:52am
Dewandaru Ibrahim Kontras

Aku berkaca dengan mata yang berkaca-kaca
Dan aku melihat dengan jelas diriku
Ketika semuanya terlihat putih

Purwokerto, 17 desember 2014
December 17 at 1:49pm

Tri Jengky
Tubuh ini sudah lusuh
Kubasuh dan kembali kudus
Hanya kakus aroma kapur barus
Ku sadar kalau diri ini
RAKUS

Penulis dan Karya di Indonesian Poetry Battle 3

INDONESIAN POETRY BATTLE ON FACEBOOK #3 WINNERS!

IMG_2922

Photo courtesy of Sartika Dian Nuraini

Theme: “Of Private Space: A toilet”

In the photo, there is a room full of white ceramic, a washing machine in the corner, a mirror with several brands of toiletries, a vase, a sink just below the mirror, a toilet seat, a small trash can filled with tissues, and the dirty clothes basket. While two yellow towels hanging reflected by the mirror. The shadow reflection of towel, the blue accents dustbin and a vase with greenish white ivory flowers, are the colors contrast to the entire space, which is predominantly white.

We have challenged the authors to write poems based on a photo of toilet. A toilet represents a room of “behind” that bears upon the stigma of “dirt”, “slovenly”, “grime”, “filth”, “dust”, “soot”, “smut”, “muck”, “mud”, “mire”, “sludge”, “slime”, “ooze”, “dross”, “smudges”, “stains”, “crud”, “yuck”, “grunge”, “gunge” etc. Culturally, those stereotypes are still ongoing in Indonesia and is ingrained in such a way that we sometimes fail to give meaning to the private space. As a means of cultural transformation, the poetry battle “of private space: a toilet” aims to dig down, elaborate, track again the meaning of private space in our cultural and social life through reading poetry.

Curators of Indonesian Poetry Battle on Facebook #3:
Acep Zamzam Noor (Poet)
Melati Suryodarmo (Performance Artist)
Fia Meta Gabriela (Visual Artist/Painter)
Puitri Hati Ningsih (Poet)
Tiffany Robyn (Theater Critic)

Chosen Poems:

Noer Listanto Alfarizi
Stealing a lonesome
Prostituting eye in the mirror
Poems drip in the sink
locked in by silent

Noor H. Dee
In this place we ever tell a story
about heaven that has long been obsolete
alienated along the dust that sticks in city buildings.

I want us to stay here, you say

Reky Arfal
From the outside of the toilet we can smell the stench
The door was locked.
The door was knocked.
Then an old man,
staring at the mirror—touching his dry face {

Sartika Sari
secretly, we shed the memories
in the most secret place of the crowd
you strip me off with questions
i sprinkle my green eye at your dull lips
pitting the road and run

Navida Suryadilaga
we’re making out behind the walls of the cold ceramic
rustling worrying flowing in waves
breathing irregularly
and
in a messy illusion
too.

Riskha Pratama Canzui
would you still remember the cloth i dressed you up once
the smell clinging to the wall of my bathroom
toothpaste that you pour in the sink.
there only remains
scratches on my washing machine

Aksan Taqwin Embe
mirror 12

we never ask for
whoever gazing at the eyes
no blame, anyone who knocks restlessly the rite
moon face
planless
we are caught in the gaze
tell me who you are
my corneal?

Ekohm Abiyasa

my body wrapped by a foreign longing

glass eye of silent

here is my chaotic soul

the most deserted

crack!

Biolen Fernando Sinaga
you popped a pup
he removes the stain
sticking in his t-shirt

interrupting each other
or helping each other
because a hate is a thirst

Aris Rahman Yusuf

in
this room
we can read our own wound
face-to-face
split in a mirror
the stories of ending
can be spelled

a broken sin

Nimas Ayu Rheog
A Bathroom Testimony
so sad, the poems had died in the bathroom
and they can never be found!
gosh, maybe they are flushed along with shit
human shit
human bullshit
so, we need purification?
by what?
on what?
washing machine?
ah, no!
by poems
maybe

Slamet Riyadi Sabrawi
Kun!

in room man
in the in and the on
lets play play it
first
right
you
kun!

Faradiena Yulizar
only silence can
touch all sorts of existing

Gustu Sinduputra
Ok, i will start it from….

washing my face
pooping
washing my hand
naked
aahhh turn on
the shower
aahhh flushing
the dust of the world
scrubbing
aahhh my body

Agustina Kusuma Dewi

Catastrophe Virgin
how much sperm you spurt
in every corner of the bathroom

angel of death dancing
in the washing machine and
toilet flushing

we hide from the universe,
they concoct their own punctuation

translating how to be happy
without having to hurt

Eric Kroncong Protol
without feelings

cruel hands
grabbing, throwing, wearing,
without invisible feelings
i was thrown away
as i struggle to dry,
without feeling guilty,
you forget about me, water

Ike is
your whiteness underlie my blackdrop
undressing
mask fading

Wardjito Suharso
the toilet syndrome
if you just stand outside
cover your nose, smelly!
if you stand inside
linger, enjoy!
so did the story,
about corruption

Nosa Normanda
In This City We Never Shower Alone

PLN* lights, water faucet
sink, toilet, bathtub
American Standard,
Toto

there are fingerprints
on the marble wall

in this city, we can not even bathe by ourself
why still feel lonely?

*PLN is a national company that manages electricity

Anton Sulistyo
In the bathroom

in the bathroom i always see a man
who wishes himself entering the world of silence
in the mirror
where there is the past and the future
which can be folded into a heaven day
in the closed toilet
smelly sometimes
memories like garbages.
lingering too
endlessly too

Hanafi Muhammad

folding the bedpans

time curved lazily
writing the day in a pipe shell
hearing about my age clawing the ceilings
my mom is a pipe and she wrote poems
poems on simplicity of
father … no one else
always about folding the bedpans

Faiz Adittian

let me
just this once
taking a bath
so
i deserved
to be
called
human

Ratna Ayu Budhiarti
I’m already naked but who is that,
who is that body?…

this face…who is this face
many times facing the mirror. still feel so strange.
what is this shit?
Rinsing forworn and stone dreams, again and again.
brushing all stain off, washing the same smile on his face.
this body
who is this body

Nailur Rizqi
sunken eyes full of lethargy
seemed so in your mirror
paralleled with the scent of urine
seemed to know the sad song for that face
tiring face with all the artificiality of the boss
fuck the slob fuck the smell
as usual
slumped in a corner wailing
alienated

Abmi Handayani
except the flower
that enjoys mirroring herself
everything dies
dies

Khair Lazuardi
normally in the wall there is our name written
but the mirror is lonely
in the cold of space, in the white corner
a wasted recalls
along with dirty water and tomb

Herman Syahara
White

have i drain
all the colors
in the toilet

the only remaining color is white
: the sins of the past!

Lasinta Ari Nendra
my yearn sink

my yearn sink
waiting for water to drop, after towel-wipes washed away. like the blood of virgin woman, can not be cleaned by washing machine, how many times I fall in love with you, kinanthi. the love from your food, irreplaceable. even when i hang over the toilet seat.
already seeped into the blood stream,
as is the mirror of nil
away from its reflection

Abu Nabil Wibisana
Glance Story of How to Shampoo a poem

we see the panorama of the day: the architecture of the bathroom where Malna rinsing his poem. among the smell of gasoline from broadcast television and aseptic carbolic pine aroma, the body of language submerged in a pool of a dirty laundry soap one morning. if Tuesday is made from wheat flour, Sunday night perhaps was born by summary of wonder: mirror on the wall, whose poem is the whitest, whose poem is the cleanest –whose poem is the saddest?

Saraph Nurinoer
the silent floor and walls know everything
they know your bad world, they know another world of your figure

here you will be comfortable,
don’t worry, they whispered
please get in, they asked

Shifa Khumairah
my face in the toilet

black dot appears in red cheeks
pungent smell out of the pores of the soft skin
murky and dirty; my face reflected in the bathroom toilet

Farra Yanuar
a god in the bathroom

in the bathroom, i was actually myself. there is no way to hide, devices were willing to commit suicide.

god is moving in the vein

Estria Solihatun Nurjannah

present for me adam in the toilet, o god. cause it will be easier for me to hug without being awkward. so love becomes rawer, so the sisters out there don’t know.

Waffa Ruhul Bakkah
MIRROR

the guest is ticking
what i said; shiny floor, house without dust,
not interest her
her gaze, sharp, unhomely
there; my black and white

Bonk Ava
I waited Dion among ceramics, paper towels, washing machine, sink, glass, trash. Then she was floating in the toilet, I defeated her face out of my mind.

Iwan S Adiwira
I told about everything
Guess who is coming to you

When you were naked and lonely, you rumble
Then the dark longing, wanderer in the pipeline

Hate! Hate! the garbage that clogs
Bekasi

Mintarjo Narswatmojo
the mirror caught sight of the wounded morning
his face grimed crouching behind twilight
shame it on the universe
shame it on himself
scratches on his face
Swelling

Kurnia Hidayati
although we are excluded from the others, at the corner of the house. In the deep silence. But, there are times when we embrace the body boisterously, receiving all the wishes that could not be reworded by words.

Didik Siswantono
I would be soap in the bathroom,
when everyone likes the fragrance smell.

Tri Jengky
This body worn
i washed and re-holy
only toilet scent of mothballs
i realize that this self is
greedy

Ratuarti Laras

blue sanitation

ducks, geese, exhaust system
relieved on it
be sought
half dead

Kie Guevara
White is grief

White is clean, not necessarily if you polluted with orange, or sometimes tears
White is beauty, not necessarily if millions of lover
White is luxurious, for a verse of poetry in the early morning
White is death for the soul who has no taste
White is virus spreading distance between beauty and the logic of wound

Poetry of The Week:

Hanafi Muhammad

folding the bedpans

time curved lazily
writing the day in a pipe shell
hearing about my age clawing the ceilings
my mom is a pipe and she wrote poems
poems on simplicity of
father … no one else
always about folding the bedpans

INDONESIAN POETRY BATTLE ON FACEBOOK #3 WINNERS!

Indonesian Poetry Battle on Facebook #2 Winners!

FYI

This week–from 5-11 December– “Indonesian Poetry Battle on Facebook #2” was banging! We are happy now to announce the poets whose poetry wins the heart of the curators! Congratulations!

Curators:

Damhuri Muhammad (Essayist and Media Indonesia’s Editor)

Wayan Jengki Sunarta (Poet and Art Curator)

Langit Amaravati (Author)

Esha Tegar Putra (Poet)

Semi Ikra Anggara (Theater Critic)

 

Choosing 42 poems from 42 different poets:
Dedari Rsia
pieces of
cable
pulled out
of my mind
so that
I found
myself
again

Afrilia Utami
earphone
figure
serene
********
Wrecked
———————–
dialogue of distance

Sri S Ningsih
longitudinal transversal
longitudinal transversal
longituversal
solid
burn. knot.
kinky. intercepted.
creep.
vine. strengthened
messy.

Slamet Riyadi Sabrawi
conscience. fog
sound. creep over
stirr up.
knit.
*heart*

Inraini Fitria Shah

I’m waiting
{
}{
{{}}
for you there
you
are
faint and owe me
words
upset
anothername~anothervoice

Citra Sasmita
sewing
ears
endless
wire
of
solitude

Ike

spread over
as a fitting
limit
of intermediary
between you
and me
in silence
delivering voices
about
longing

Nur Gusti Azizah

you and I # the wind from that side# i heard something# through the earphones
connect# with the earphones# without song? #no,

yeah,#
then what do we hear# next to the ear# your heart beat#

Saktya Rini Hastuti

meshes silent
on a noise
.
stabbed thousand of kidneys,
be not care
dead withered
sprawl
in the bush
coil consumption

fields
forests
lands
wrenched by millions
of cable industry
we are oppressed
in our own country

Linggar Rimbawati Puwrowardhoyo
i do not understand the world so noisy give me the earphone i had a world of its own

Abmi Handayani
when silence surrendered herself to anxiety
let, let
us go see
the swallow
flying
to return

Ratna Ayu Budhiarti
from a far

the waving noises of
dangdut songs
and the gossip about possessor
turn me to deaf!
the roar of words
like a race
in the wave

Agustina Kusuma Dewi
1 killing the overture

there was no sound of bully
and mourning;
besides lonely of
intercourse

thousands of text and images that
hovers in a long echo
ishtar, can you
supply me
the silent?

2. tone and zero point

Akselerando:
is that what? we want
While i you and you i
cannot spell the sign of a grey destiny
In the Divine Comedy
and a symphony
of sound without sound
Ah, prayer.
What if I order it one,
a beep ? from you

Herman Syahara
humming silence
through the smoothness of fibers
i told you about my copper colored longing
i got no hint
but a long quiet hum
so irritating.

Kie Guevara
multipurpose of sound rope

imagine the sound of rope binding the struggle
the lullaby of fate
laying down the peace
go get it and put it to the ear of ruler
rotate the stanzas of the ordinary people
if they can not hear it
tie them by force!

Gustu Sinduputra
gosh
the dark labyrinth of the jingle light
hear me whisper:
noisy earth!
let’s turn off the phone today

Ratuarti Laras
Sennheiser Orpheus HE90

the second ear
as if the world moves to him
no doubt how expensive
you’re chasing
music, tone, voice
the main thing now is
owned by the insanity of youth voice

Sartika Sari
your voice is nothing

nothing but nothing
drowned by the blood and dissolved in the pulse
nothing is left but revenge
missing is a dinner
and long sleeping friend
do not ever meet me, with a question.

Farra Yanuar
In my ear, any songs
like flattery, hacked by —————————————————————-→distance
craving

Tri Jengky
the voice of horn from public transportation and this mouthpiece plugged in my ears
are competing each other and i hear “where did you have sex last night?” his eyes wide opened. i wave my thumb: “awesome!”

Abu Nabil Wibisana
String of Ears
he took off the rope—wanderer
between silence and solemn sound
similar knight returning home
entering his own ear so often

Nenden Dalisay Djakababa Gericke
Concert of Silence

We looked at each other
From across the room
Then we met in the middle, dancing together
With the accompaniment of different songs.
I don’t know what the hell you’re listening to

En Hidayat
none of your business

when the voice of the rulers
stab each other
whose ear is burning?

Dhini Aprilio
Sorry, may I edit?

like the tangled threads
unravel your beats of vein
clashed with alimbubu

the song of dropping water
rip off all the worry and dumb

Gusmel Riyadh
your wilted and dewy ear

now the ear plug

becomes a scapegoat
pretend not to hear

your fenced morality

Anisa Isti
Hi,
I’m
looking for the voice of god
two ears are dead
eaten by the news and television
what a pity

Irfan Arief
insomnia

Night as flat as a ;~~~~~~~~wooden table~~~~~~~~;
Her face looks lonely

ear and rowdy are
reluctant to be away

Edy Sembodo
what kind of world can you create with wires in the ear?
nothing, doesn’t it?
there is only the sound of lonely, the sound of lost
in fact it is just
a shadow of fiction

Nadzme Bali
his voice
his words
his speaking style
destructing all the logic

just the sense
left behind

Ida Iswari Ikhsanhadi
the woven was pointless
when the sound may no longer be heard
like a maze without lights
wherever you step on
useless
then we can just look at each
other

Biolen Fernando Sinaga
are you sick of listening to melancholy songs?
i’ve told you as always, read my poems!

Mifbaihaqi
Some young man are running———in the street
with your noise
even when my kids fall asleep
throwing pillows, choosing to twist their body with you
you shit.

Bonk Ava
i saw your face
lodged
in a wired earphone

Yaz Galih
music blinding distance
this is our way to find each other
to miss each other secretly
to gaze at each shadow

Didik Siswantono
as distance
a mother folds the time
then i stopped in a vintage gadget,
entrust my longing through the cables

to kiss that mother,
her tears fall tick and tack

Reky Arfai
in your ears, is it true that various kinds of sound hide, when these lips
never suck
a little grief?

Atikah Zata Amani
but it’s useless
rain did not hear
the ropes
not coming

Faiz Adittian
two holes, two souls

should it be like this
each time the symphony begins
we are always in need of hole
for finding soul?

Iwan S Adiwira
it’s just a tool, the switching noise of shouts
ear plugging of howling poverty and destitution
or noisy exhaust-muffler on the road
why don’t you band them together,
<[must be opposing each other]>
put them on, and hear which one
you can hear

Herlina Syarifudin
deserted deaf
the eardrum of town
be lost!

Risti Danasmoro
Ssssssttt…
shut up! l’m listening to the stories from
the other side of the country
oh, you want to listen it too?
this, one ear for you
here, listen to the story of dian and asni
from the blue continent

Poetry of the week:

Wardjito Suharso

Wired Autism

I

you

we

they

same: cable in the ear!

Chosen by Likers and Netizen:

Asni Furaida with her poem called “Cable Elegy” (translation will appear soon)

Indonesian Poetry Battle on Facebook #2 Winners!